Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

10 Cara Menghadapi Suami Pemarah (Bagian 1)

0

Manusia memiliki karakter yang berbeda. Tidak perlu menyesali jika ternyata suami memiliki sifat yang kita tidak suka. Pemarah misalnya.

Jangan stres dulu karena segala masalah ada solusinya. Masih tersisa harapan agar suami menjadi lebih lembut dan penyabar.

Batu saja bisa bolong kalau lama kelamaan ditetesi air, iya kan?

BACA JUGA: Adab Di Dalam Rumah (1)

Tak hanya itu, Anda pun perlu tahu cara menyikapi suami yang seperti itu. Untuk membantu Anda, berikut ini 10 cara menghadapi suami egois dan pemarah.

1. Sabar dan Ikhlas, Dua Kunci Penting Menghadapi Suami Pemarah

Begini, ketika Anda sudah berada dalam ikatan pernikahan dengan suami yang keras kepala, maka satu-satunya cara untuk bisa bertahan, Anda harus sabar dan ikhlas.

Segala sikapnya yang sering membuat Anda kesal, sebaiknya jangan terlalu ditanggapi. Terima saja semua itu dengan lapang dada. Bagaimanapun juga, dia tetaplah suami Anda. Sosok yang menafkahi keluarga.

Jadi, usahakan tetap memberikan pelayanan terbaik . Walau bukan demi dia, lakukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban Anda sebagai seorang istri.

Jika Anda tahu, sungguh pahala istri yang melayani suami itu amatlah besar di sisi Tuhan. Termasuk, menyiapkan makan, mencuci piring dan baju, dan memberikan nafkah batin. Apapun itu, kebaikan Anda tidak akan sia-sia.

2. Jangan Ikut-Ikutan Menjadi Pemarah

Menghadapi suami egois dan pemarah tidak bisa dibalas dengan amarah juga. Sebaliknya, Anda harus membalasnya dengan perlakuan yang lembut. Layaknya sebuah api yang disiram oleh air dingin, pastilah akan padam.

Jika dia marah, jangan ikut-ikutan emosi. Sekalipun Anda benar-benar merasa jengkel, coba pendam terlebih dahulu. Akan lebih baik jika Anda diam.

Begitupun saat beradu argumen, suami egois pastinya tak mau kalah. Dia akan menganggap hanya pendapatnya yang benar. Daripada Anda menghabiskan waktu berdebat dan ujung-ujungnya malah bikin ribut, mending biarkan saja dia berbuat semaunya.

Yang terpenting, Anda sudah memberitahu. Anda tidak perlu memaksanya. Cukup mengingatkan saja.

3. Berikan Perhatian Lebih

Loading...

Seperti yang telah dijelaskan di poin sebelumnya, bahwa untuk menghadapi suami egois itu bukannya dengan kekerasan. Melainkan dengan kelembutan.

Mungkin saja, suami bersikap suka marah begitu karena kurang perhatian. Mungkin Anda terlalu sibuk dengan anak-anak. Jadi mulai sekarang, coba deh berikan perhatian lebih pada suami.

Sebagai contoh, dia berhasil melakukan sesuatu, maka berikan pujian. Lalu saat dia ada masalah, cobalah membantu mencari solusi. Atau ketika dia curhat tentang kehidupannya di kantor – sepele apapun itu, pura-pura saja tertarik dan berikan tanggapan yang baik.

Dengan begitu, suami juga akan semakin percaya Anda. Dan itu bisa menjadi alat untuk meluluhkan hatinya.

4. Belajarlah untuk Mengalah

Mengalah adalah salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari konflik dengan suami yang egois. Kenapa harus mengalah?

Karena suami egois itu keras kepala. Ia susah menerima saran dari orang lain. Sekalipun dia jelas-jelas salah, tetap saja dia tidak mau mengakui. Dia juga pandai bersilat lidah. Mencari-cari alasan guna membenarkan perilakunya.

Oleh sebab itu, daripada Anda capek-capek berdebat dan tidak didengarkan, lebih baik Anda mengalah saja.

5.  Jangan Takut Memberikan Pendapat, Tidak Masalah Walau Tak Didengar

Meskipun istri bukanlah pemimpin dalam rumah tangga, namun istri tetap memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat.

Oleh sebab itu, Anda jangan takut berpendapat. Sekalipun suami Anda egois dan keras kepala, Anda tetap wajib memberitahu bila memang ada yang perlu disampaikan.

BACA JUGA: Berumah Tangga Adalah Ibadah Terlama

Anda tidak boleh berdiam diri saja, membiarkan suami bertindak sesuatu yang salah. Itu malah bisa merugikan rumah tangga kalian. Jadi lebih baik dinasehati.

Kalaupun pada akhirnya dia masa bodoh atau cuek, dalam artian nggak mau mendengarkan nasehat Anda, ya sudah biarkan saja. Yang penting Anda sudah mengingatkan.

Terkadang orang egois memang tidak mempan bila dinasehati lewat perkataan. Dia harus merasakan akibat dari perbuatannya sendiri, barulah nanti kesadarannya bisa tumbuh. []

SUMBER: TIPS PENGEMBANGAN DIRI



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline