Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Sudah Tahukah Bagaimana Hukum Fiqih Arisan?

0

Arisan? Siapa yang tidak tahu kegiatan ini. Khususnya lagi wanita. Biasanya ibu-ibu suka sekali mengikuti arisan, yakni menyetor sejumlah yang sudah disepakati bersama, kemudian secara berkala –entah seminggu sekali atau sebulan sekali– mengocok nama yang berhak mendapat giliran memperoleh dana yang terkumpul tersebut.

Tapi sudah tahukah bagaimana hukum fiqih arisan?

Ada 3 pendapat mengenai hukum Fiqih arisan:

1. Haram

Ada yang berpendapat arisan haram hukumnya (Fiqih Muamalat Maliyyah Muashirah, Prof. Dr. Saad Al Khatslan, hlm. 194), karena arisan dianggap berbentuk akad pinjaman dengan syarat peminjam tersebut nantinya memberikan pinjaman juga kepada pemberi pinjaman sebelumnya.

BACA JUGA: Kiat-kiat Menghindarkan Diri dari Riba

Sedangkan setiap pinjaman yang mendatangkan manfaat adalah riba, maka dianggap arisan mengandung riba yang hukumnya haram.

2. Boleh

Akan tetapi, pendapat sebaliknya dinyatakan oleh Fatwa Kerajaan Arab Saudi yang justru membolehkan arisan, yakni hukum asal muamalah. Adapun penentuan giliran dengan cara mengocok nama peserta tidaklah dianggap sebagai faktor yang mengharamkan.

Karena kocok undian dibolehkan jika dilakukan untuk menentukan orang yang paling berhak di antara orang-orang yang berhak.

3. Sunah

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan hukum arisan adalah sunah, sebab arisan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan modal dan mengumpulkan uang yang terbebas dari riba.

BACA JUGA: Muslimah, Begini Cara Mengelola Keuangan Keluarga

Pendapat yang paling kuat mengenai hukum arisan adalah mubah (boleh), sehingga kita bisa tenang untuk mengikuti arisan, jangan sampai ada faktor yang membuat arisan tersebut menjadi haram. Maka, perlu juga diperhatikan akhlak saat berkumpul mengocok nama, agar tidak terjadi pertengkaran antara peserta arisan.

Itulah beberapa pendapat mengenai hukum arisan. Semoga kita tahu mana yang baik dan mana yang tidak. []

SUMBER: BUKU HARTA HARAM MUAMALAT KONTEMPORER | UMMI ONLINE



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline