Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Berbakti kepada Orang Tua Ataukah Mencari Ilmu?

0

Ini merupakan pengalaman saya, mengalami kegalauan yang tak berujung sebelum menanyakannya pada seorang yang sudah mafhum. Terdapat dua pilihan, antara keinginan untuk belajar di pondok pesantren atau merawat orang tua.

Memang orang tua saya sudah mendapat umur (lansia), tapi dengan tenaga yang masih kuat pula, maka saya putuskan saat itu untuk meminta izin mondok di pesantren. Tetapi, orang tua ternyata melarang, dengan alasan yang kurang jelas, meski sebenarnya saya tau keinginan orang tua yang tak mau ditinggal jauh oleh putri tercintanya.

BACA JUGA: Kemulian Orang Tua Karena Anak Perempuan

Saya bukanlah tulang punggung keluarga, karena masih ada ayah saya dan kaka perempuan saya yang mengatur masalah keuangan. Tetapi saya punya tanggung jawab penuh dengan pekerjaan rumah, sehingga inilah salah satu yang memberatkan jika saya pergi dari rumah. Karena ibu saya sudah mendapat umur (lansia), sehingga sedikit saja mengalami kelelahan, penyakit pun tak segan untuk reuni dibadannya (berbagai penyakit menyerang). Dan tak sedikit pula uang yang harus dikeluarkan.

Serta faktor lain yang mungkin berpengaruh buruk terhadap saya yang di didik dengan didikan yang benar hanya saja kurangnya pemahaman agama. Salah satunya pergaulan yang kurang baik, karena dalam pikiran ayah saya jika pondok yang saya pilih itu mengeluarkan sedikit uang maka, tanggung jawab pengajar terhadap para santrinya pun kurang.

Entah apa maksudnya, yang pasti masih banyak alasan-alasan lainnya yang ungkapkan ayah saya.

Setelah akhirnya memberanikan diri bertanya pada seseorang. Memilih mencari ilmu apa mengurus orang tua?

Jawabnya, “Jika memang orang tua sudah lanjut usia dan perlunya perhatian khusus, maka utamakanlah orang tua. Namun jika orang tua mampu merelakan anaknya pergi menuntut ilmu, maka itu lebih bagus.”

Jawaban itu diperkuat oleh hadits Abdullah bin ‘Amr, “Ketika datang seorang lelaki menemui Rasulullah meminta izin untuk berjihad fi sabilillah. Rasulullah bertanya kepadanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Dia menjawab: “Ya.” Rasulullah n pun mengatakan: “Pada kedua orang tuamulah engkau berjihad (bersungguh-sungguh berbakti).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah yang dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud (no. 2528) disebutkan: “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah n ingin ikut berjihad, sementara kedua orang tuanya menangis. Maka Rasulullah n mengatakan: “Kembalilah engkau kepada keduanya, dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.”

Ya, jadi hilanglah kegalauan yang sempat menyerang. Setelah menghabiskan waktu mencari jawaban terbaik. Setelah itupun saya mendapat kembali pernyataan yang aga sedikit memukul.

BACA JUGA: Kerendahan Hati Para Pencari Ilmu

“Mencari ilmu itu memang penting, tapi ilmu bisa datang dari mana saja. Tak harus mondok. Jika memang dengan mondok bisa membuatmu berilmu, lalu apa gunanya ilmu itu karena kamu sudah tidak patuh dan enggan merawat orang tuamu.”

Tepat atau tidak ucapan itu, yang pasti yang terbaik ialah berbakti kepada ornag tua. Allah akan mempermudah kita untuk mencari ilmu, selain dari pondok pesantren. []

SUMBER:: DINI KOSWARINI



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline