Breaking News
Foto: Etsy

Dicerai, Bolehkah Pulang ke Rumah Orang Tua?

Ketika seorang wanita ditalak oleh suaminya dan telah habis masa ‘iddahnya. Suami yang telah menalaknya tersebut tidak lagi menjadi muhrim baginya. Jadilah mantan suaminya tersebut orang lain. Sehingga apabila seorang muslimah berjumpa dengan mantan suaminya berkhalwat atau berdua-duaan sebagaimana dahulu adalah sesuatu yang dilarang.

Seperti pada laki-laki lain pada umumnya, perempuan dihadapan mantan suaminya harus menutup auratnya rapat-rapat. Tidak bertabaruj, dan menjaga batasan-batasan komunikasi.

Hal-hal tersebut berlaku setelah habis masa ‘iddahnya. Ada pun ketika masa ‘iddah belum habis. Dalam talak raj’i. Yakni talak satu atau talak dua. Maka ia boleh saja bertemu dengan suami yang menalaknya, bahkan keduanya harus hidup serumah. Perempuan dalam masa ‘iddah talak raj’i tidak boleh pergi meninggalkan rumah. sebagaimana yang dilakukan perempuan saat ini pada umumnya.

Seperti yang kita saksikan di infotaimen dan kehidupan sekitar. Bilamana telah jatuh talak seorang perempuan akan pergi dari rumah tinggalnya bersama suami. Perempuan akan kembali ke rumah orang tuanya atau bahkan pergi bersama kawan-kawannya. Perbuatan tersebut dilarang dalam islam.

Dalam firman Allah : “Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat menghadapi ‘iddah mereka (yang wajar); dan hitunglah waktu ‘iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kam keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) keluar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah, dan barang siapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kmu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah iu suatu hal yang baru. “ (Ath-thalaq :1)

Apabila sorang muslimah tetap tinggal dirumah bersama suami yang menalaknya. Ada kemungkinan pikiran sang suami berubah menjadi jernih, cenderung kepadanya, dan menimbulkan cinta yang baru. Sehingga pada masa talak raj’i seorang perempuan dilarang keluar dan dikeluarkan oleh suaminya dari rumah.

Hal tersebut dikarenakan Allah sangat membenci perceraian. Maka kemungkinan untuk rujuk selalu diupayakan.

Jika ada seorang muslimah yang menegetahui hal ini tetapi tetap pergi meninggalkan rumah. Maka firman Allah tersebut harus diimani kembali. bahwasanya ini adalah hukum-hukum Allah yang harus dipatuhi. []

Redaktur : Karisa P.Yeli
Sumber : Fatwa fatwa Kotemporer, DR. Yusuf Al-Qaradhawi, Gema Insani: Jakarta, 1995



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan