Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mendapat Hadiah dari yang Bukan Mahram, Harus Bagaimana?

0

Tanya:

Jika seorang akhwat menerima hadiah dari seorang ikhwan yang bukan mahramnya (saudara, penggemar atau teman sejawat) apa hukumnya? Dan bila akhwat tersebut terlanjur menerima hadiah tersebut harus bagaimana?

Jawab:

Datang dari Abu Hurairah menyampaikan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada para wanita, “Wahai wanita-wanita muslimah, jangan sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh untuk memberikan hadiah kepada tetangganya walaupun hanya sepotong kaki kambing.” (HR. Bukhari & Muslim)

BACA JUGA: Waspadai Efek Negatif Sering Memberi Anak Hadiah

Saling memberi hadiah secara hukum asal adalah perkara yang mubah atau dibolehkan, apabila berpatokan pada hadist Rasulullah shallahu ’alaihi wasallam, “Saling memberi hadiah lah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

Namun itu semua dibatasi dengan tiga syarat:

1. Hadiah yang diberikan tidak menimbulkan fitnah, misalkan hadiah diberikan sebagai pernyataan rasa suka dan akan terjalin hubungan yang terlarang antara seorang wanita dengan lelaki yang bukan mahrom. Misalnya pacaran atau bahkan sekedar TTS-an.

2. Selama hadiahnya bukan suatu yang haram atau sesuatu yang bisa menuju kepada yang diharamkan Allah.

3. Dan hadiah yang diberikan bukan untuk memperingati acara2 yang terlarang seperti coklat di hari valentine’s day.

Lalu bagaimana jika ada seorang Ikhwan (pria) memberikan hadiah kepada seorang akhwat (wanita) yang ia suka (dan sebaliknya) dalam bentuk Al-Qur’an atau buku tentang agama?

Bila niatnya hanya sekedar memberi hadiah untuk kebaikan si penerima, maka tidak apa-apa. Tetapi jika diiringi dengan niatan lainnya, seperti untuk pendekatan atau pacaran, maka tidak boleh.

Adapula yang diperbolehkan menerima barang pemberian. Yaitu apabila dalam proses ta’aruf, setelah Ikhwan (pria) mengkhitbah akhwat (wanita). Bisa dikatakan setelah ta’aruf resmi.

BACA JUGA: Melangkah ke Jenjang Ta’aruf? Pelajari Hal Ini

Lalu bagaimana apabila sudah terlanjur menerima barang pemberian dari lawan jenis karena belum mengetahui hukumnya? Baiknya diapakan?

Jika memang hadiah itu tidak ada arti khusus untuk si penerima, seperti tidak membuat teringat akan kenangan yang mana itu akan membuatnya terperangkap dalam zina pikiran, boleh saja disimpan atau digunakan. Dalam beberapa kasus barang tersebut bisa juga diberikan, dibuang atau bahkan dihancurkan. []

Loading...

SUMBER: CURHAT MUSLIMAH



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline