Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Zina Tak Mampu Buktikan Besarnya Cinta

0

Di zaman sekarang ini, banyak wanita yang dirugikan. Sifat mereka yang begitu lemah membuat para lelaki memanfaatkannya, termasuk dalam hal cinta. Bagaimana tidak? Mereka menjadikan zina (termasuk pacaran) sebagai bukti kesetiaan.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)” [QS. Al-Israa : 32]

Banyak bahaya zina yang perlu kita pahami, agar tidak sembarangan melakukannya dengan dalih sebagai bukti cinta pada non mahram:

1. Zina mencabut keimanan kita pada Allah, jika alasan melakukan zina karena cinta, justru lebih buruk lagi. Seseorang yang berzina, otomatis mencerabut keimanan di hatinya.

BACA JUGA: Apakah Termasuk Zina Jika Wanita Pakai Parfum?

“Apabila seorang hamba berzina keluarlah iman darinya. Lalu iman itu berada di atas kepalanya seperti naungan, maka apabila dia telah bertaubat, kembali lagi iman itu kepadanya” [Hadits shahih riwayat Abu Dawud no. 4690 dari jalan Abu Hurairah]

Jika dilakukan atas nama cinta, artinya ia telah sekaligus berbuat syirik pada Allah. Yakni mencintai makhluk melebihi cintanya pada Allah. Buktinya, ia rela menerobos larangan Allah demi cintanya pada makhluk.

2. Zina membawa penyakit

Ada yang terkena penyakit seksual menular, ada yang terkena HIV/Aids, kanker, kencing nanah, dan berbagai penyakit membahayakan bahkan mematikan lainnya. Na’udzubillah min dzalik.

Cepat atau lambat, seorang pezina akan mendapat azab dari perbuatan keji yang dilakukannya tersebut.

3. Zina mengakibatkan tertutupnya pintu rezeki

Betapa banyak orang yang terhalang rezekinya karena melakukan zina. Jika ada pezina yang terlihat justru makin makmur, kelihatan penghidupannya makin baik, maka ketahuilah bahwa itu hanyalah istidroj alias penundaan siksaan dari Allah.

BACA JUGA: Tujuh Cara Taubat dari Zina

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145)

Untuk itu wanita perlu memiliki pemahaman terkait pentingnya menjaga kehormatan diri. Agar tidak terjerumus kedalam kesesatan yang nyata. []

 

REDAKTUR: DINI KOSWARINI

Loading...

SUMBER: UMMI ONLINE



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline