Breaking News
Foto: Medianda News

Kenapa Harus Pilih Makanan Halal dan Thayyib?

Shalihah, tahukah Anda jika makan makanan yang halal merupakan kunci untuk membuka pintu kebersihan hati, kezuhudan terhadap dunia, bertutur kata yang baik dan pancaran hikmah lewat lisannya. Tetapi apabila mengonsumsi makanan yang haram atau diperoleh dengan cara yang haram, maka akan sebaliknya.

Ini pula menjadi salah satu syarat utama untuk membentuk anak yang shaleh. Dengan memberikan makanan yang halal dan baik kepada keluarga. Di dalam Al Qur’an kewajiban memberikan makanan ke keluarga, kata perintah memberikan halal didahulukan daripada yang baik atau thayyib. Halal dalam arti bukan hanya halal zatnya, akan tetapi juga halal cara mendapatkannya.

Kewajiban ini berdasarkan hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam (yang artinya):

“Bekerja mencari yang halal itu suatu kewajiban sesudah kewajiban beribadah.” (Hadits Riwayat Thabrani dan Baihaqi).

BACA JUGA: Memilih Sabun Mandi Halal

Tinjauan ilmu medis khususnya ilmu saraf dan perilaku (neurobehaviour) menunjukkan betapa pentingnya nutrisi yang halal dalam membentuk perilaku anak yang shaleh, hal ini bila ditinjau secara rinci cukup menakjubkan.

Makanan yang kita berikan kepada keluarga pada umumnya terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak serta mikronutrien lainnya, apabila diserap dalam tubuh akan di-metabolisme dan digunakan untuk keperluan sesuai dengan fungsinya. Sebagai zat pembangun, sumber energi dan lainnya.

Salah satu fungsi nutrisi adalah untuk pembentukan sel baru di dalam tubuh, pembentukan tersebut akan dilakukan dengan proses pembelahan sel, di dalam proses pembelaan sel yang terpenting adalah pembentukan kode genetik yang tersusun oleh rangkaian asam amino dengan kode tertentu.

Bahkan kode genetik tersebut dianggap sebagai penentu baik atau buruknya sel kesalahan terhadap pengkodean genetik dalam proses pembelahan sel bisa menyebabkan beberapa penyakit yang sangat berbahaya bagi tubuh termasuk terbentuknya kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

BACA JUGA: Jima, Bila Disalurkan di Jalan Halal Maka akan Berpahala

Bila kode genetik dipengaruhi oleh kualitas zat makanan yang didapat, kualitas di sini maksudnya bukan hanya bentuk fisiknya tetapi lebih itu yakni bentuk non fisik. Bila zat makanan diperoleh dari cara yang haram atau zatnya haram maka pengkodeaan genetik di sel tubuh terutama sel otak yang bertanggung jawab terhadap perilaku maka anak akan cenderung berperilaku yang tidak baik menurut kaca mata agama, kecenderungan tersebut dikarenakan kode genetik haram di otaknya terus bekerja untuk mengontrol perilaku anak.

Maka tentu sangat sulit bila berharap mendapat keturunan yang shalih tetapi di setiap harinya memberi mereka makanan yang haram. []

 

REDAKTUR: DINI KOSWARINI

SUMBER: DAKWATUNA



Artikel Terkait :

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

3 Ucapan Paling ‘Berbahaya’ dari Mulut Seorang Pria

Ada tiga ucapan yang paling berbahaya keluar dari mulut seorang pria kepada wanita. Apa sajakah itu?

Tinggalkan Balasan