Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tak Bertulang Namun Bisa Lebih Tajam dari Pedang

0

Lidah tidak bertulang tapi bisa lebih tajam daripada pedang….

Diam adalah emas….

Itulah ungkapan-ungkapan yang sering dialamatkan kepada salah satu indera manusia.

Ya itulah lisan, termasuk di dalamnya lidah yang berfungsi untuk membantu melafalkan rangkaian kata-kata.

Dengan lisan seseorang akan terhormat atau terhina, dengan lisan pula dia akan selamat kelak di akhirat masuk surga atau sebaliknya masuk neraka.

Saudaraku, seringkali lisan ini tergelincir mengucapkan kata-kata kotor, mencela orang lain, membicarakan orang lain padahal dia tidak senang untuk diceritakan, bahkan seringkali lisan ini mengucapkan kata-kata yang mengandung kesyirikan dan kekufuran.

BACA JUGA: Muslimah, Berpikirkah sebelum Berbicara

Harusnya setiap muslim mengoreksi diri dalam setiap tingkah lakunya, apalagi dalam perkara lisannya, yang begitu enteng mengucapkan sesuatu karena keluar dari lidah yang tak bertulang.

Hendaklah seseorang berpikir dulu sebelum berbicara. Siapa tahu karena lisannya, dia akan dilempar ke neraka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim)

Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi rahimahullah dalam Syarh Muslim tatkala menjelaskan hadits ini mengatakan: Ini merupakan dalil yang mendorong setiap orang agar selalu menjaga lisannya sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda (yang artinya):

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya menjaga lidah/lisannya. Berkata baik merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu shodaqoh. Berbicaralah dengan hal yang baik atau diam.

Dan selayaknya setiap orang yang berbicara dengan suatu perkataan atau kalimat, hendaknya merenungkan dalam dirinya sebelum berucap, jika memang ada manfaatnya, maka dia baru berbicara. Namun jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya.

BACA JUGA: Seandainya yang Mati Bisa Berbicara

Itulah manusia, dia menganggap perkataannya seperti itu tidak apa-apa, namun di sisi Allah itu adalah suatu perkara yang bukan sepele.

Loading...

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): Kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar” (QS. An Nur: Ayat 15)

Dalam Tafsir Al Jalalain dikatakan bahwa orang-orang biasa menganggap perkara ini ringan. Namun, di sisi Allah perkara ini dosanya amatlah besar. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline