Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

4 Cara Asik Ajari Anak Berhitung

0

Matematika memang salah satu mata pelajaran yang sedikit sulit untuk diajarkan pada anak. Tapi, kenyataannya anak balita secara alami suka matematika. Coba deh bunda cek, apa reaksi anak balita ketika ada dua pilihan kue, misalnya 2 biskuit dan 3 biskuit?

Biasanya anak balita akan memilih yang 3 biskuit. Apa alasannya? Karena lebih banyak. Ini matematika, bukan?

Nah untuk bunda yang mengalami kesulitan mengajarkan proses menghitung pada balita, bisa terapkan 4 cara asik belajar untuk si kecil.

1. Kaitkan dengan Kehidupan Sehari-hari

Sempatkan anak berjalan-jalan di luar rumah ya bunda. Bagaimana pun alam adalah ruang kelas yang tanpa batas. Termasuk belajar matematika. Misalnya, ketika berada di pesisir pantai.

BACA JUGA: Belajar Menepati Waktu Dari Orang Kecil

“Yuk, kita hitung perahu yang tampak!”

Selain itu apa yang dilakukan anak sehari-sehari juga bisa dikaitkan dengan matematika. Misalnya ketika anak sedang makan.

Bunda bisa menanyakan, “Wah anak sholeh, sudah berapa sendok tadi makannya?”

Atau ketika anak sedang mandi, bunda bisa bertanya, “Sudah berapa kali mengambil air dengan gayung?”

2. Ajak Mengelompokkan

Anak balita sejak usia 2 tahun sudah mampu mengelompokkan. Yang terkait dengan matematika, anak bisa diajak ke supermarket atau ke pasar. Benda-benda ditata berdasarkan jenisnya. Tantang anak untuk membantu bunda mengambilkan 1-2 benda yang akan dibeli. Anak pasti menyukainya.

Kegiatan mengelompokkan juga bisa dilakukan ketika anak merapikan mainannya di rumah setelah selesai bermain. Bunda sebisa mungkin menyediakan 1 tempat untuk 1 jenis mainan, sehingga ketika akan merapikan kembali anak akan mudah. Dan secara tidak langsung anak belajar menempatkan sesuatu pada tempatnya.

3. Kenalkan Ukuran

Yang paling mudah adalah besar dan kecil, panjang dan pendek, serta tinggi dan rendah. Ajak anak amati daun-daunan. Ada yang panjang (seperti daun pohon kelapa, daun pisang, daun pandan, dan lainnya) dan ada yang pendek (daun bayam, daun kemangi, dan lainnya). Untuk besar dan kecil bisa dengan menggunakan bebatuan, piring, gelas, dan sebagainya. Percakapan sederhana dengan anak balita terkait anggota keluarga juga bisa mengajak anak mengenal ukuran.

“Ayo, Sayang, mana yang lebih tinggi, ayah atau bunda? Kakak atau adik?”

Loading...

BACA JUGA: Kewajiban Anak Perempuan terhadap Orangtua

4. Serunya Pola

Ini tak kalah menariknya. Banyak di lingkungan menggunakan prinsip pola. Misalkan pola keramik di rumah atau baju yang motifnya garis-garis. Anak akan terpesona. Selanjutnya tantang anak untuk melanjutkan pola dengan menggunakan sesuatu yang sederhana. Orang tua bisa menggunakan bawang merah dan bawang putih. Hal ini sekaligus sebagai stimulus sensorik penciuman. Tata dulu seperti ini.

Bawang merah, bawang putih, bawang merah, bawang putih.

Lalu minta anak melanjutkan dengan meletakkan bawang yang benar sesuai pola.

Menyenangkan, bukan? Berinteraksi dengan matematika tidak selalu berhadapan dengan kertas, alat tulis, dan angka. Apalagi bagi anak balita. Apa yang ada di kesehariannya bisa menjadi sumber stimulus matematika yang tak ternilai harganya. []

 

REDAKTUR: DINI KOSWARINI

SUMBER: SUARAMUSLIM



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline