Breaking News
Foto: Iaia Cocoi

Menghiasi Diri dengan Akhlak Mulia

Maka sesungguhnya wajib atas seorang Alim (yang berilmu) dan penuntut ilmu dan setiap mukmin dan mukminah untuk memberikan perhatian agar berakhlak mulia dan tidak berakhlak yang jelek, karena sesungguhnya akhlak yang mulia memiliki peran yang besar, oleh karena inilah Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ

Kebaikan itu adalah baiknya akhlak.

Demikian dalam riwayat Muslim.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

 (إن من أحبكم إليَّ وأقربكم مني مجلساً يوم القيامة أحاسنكم أخلاقاً)

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan tempatnya paling dekat denganku pada hari kiamat kelak adalah orang yang paling baik akhlaknya.”

BACA JUGA: Baiknya Akhlak, Bertutur Kata yang Baik

Dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

أَنَا زَعِيْمُ بَيْتٍ فِي أَعْلَى اْلجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ

“Aku menjamin rumah di bagian surga yang tertinggi bagi orang yang baik akhlaqnya”

Memperindah akhlak adalah termasuk dalam perkara perkara yang penting yaitu dengan membaguskan ucapan dan berwajah ceria,

Sebagaimana kata Nabi Shallallahu alaihi wasallam:

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْـمَعْرُوْفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan perkara kebaikan walaupun hanya berwajah cerah ketika kamu bertemu dengan saudaramu.”

Demikian seorang mukmin bersama saudara-saudaranya di jalan Allah dan mukminah bersama saudari-saudarinya dijalan Allah,

Loading...

Masing-masing dari mereka berwajah cerah, tidak berwajah gelap dan masam, tidak memperjelek ucapan,

Namun hendaklah dia memperindah akhlaknya ketika mengajar, ketika berdakwah dijalan Allah, ketika mengucapkan salam, ketika membimbing (Manusia) dan didalam pembicaraannya, hendaklah dia membaguskan akhlaknya,

BACA JUGA: Ukhti, Kenali Akhlak Dalam Pergaulan Remaja

Ini adalah termasuk penyebab dakwah dan nasihatnya diterima, dan termasuk sebab ilmunya bermanfaat, Allah ‘azza wajalla berfirman kepada Musa dan Harun ketika Allah mengutus mereka kepada Fir’aun:

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

Maka berbicaralah kalian berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”

Allah subhanahu wata’aala berfirman tentang Nabi kita:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu.

Allah subhanahu wata’aala memuji beliau shalallahu alaihi wasallam bahwa beliau adalah seorang yang lemah lembut , lemah lembut karakternya. Oleh karena inilah Allah berfirman :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللهِ لنت لهم

Maka disebabkan rahmat dari Allah kamu berlemah lembut kepada mereka.

Yakni kamu berlemah lembut, rendah hati terhadap kaum mukminin.

وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu.

Yakni mereka akan lari dan menjauh darimu.

Wajib bagi semua untuk memberikan perhatian terhadap perkara ini,

Semangat agar berakhlak mulia.

Tidak bangga diri terhadap ilmunya, nasabnya, hartanya, kedudukannya atau selainnya.

BACA JUGA: Ukhti, Kenali Akhlak Terpuji

Wajib atasnya untuk bersifat tawadhu’ (rendah hati) Allah subhanahu wata’aala berfirman :

 واخفض جناحك للمؤمنين

“Dan merendahlah (bersikaplah tawadhu’)  terhadap kaum mukminin”.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ ِللهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ

Dan tidaklah seseorang merendahkan hatinya karena Allah, melainkan Allah angkat derajatnya.

Kenapa dia sombong? Kenapa dia berakhlak jelek? Sementara dia mengetahui dirinya,

Kamu adalah seorang makhluk yang tercipta dari air mani yang lemah,  kemudian Allah susun dan Allah jadikan kamu tumbuh sampai menjadi seorang laki-laki yang normal, demikian pula kamu wahai seorang wanita, itu semua karena keutamaan dari Allah untukmu.

Maka wajib atasmu untuk mengetahui kadar kenikmatan ini, dan bersyukur kepada Allah, rendah hati karena Allah, dan menjauhi sifat sombong , keras dan kaku , semoga Allah berikan Taufik untuk semua. []

 

Kajian Assyaikh Al’allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah.

Sumber: Asysyamil



Artikel Terkait :

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan