Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Anggapan Keliru Seputar Poligami

0

Seputar poligami, yang kami rangkum di bawah ini adalah sebagai pengetahuan, bukan sebagai perdebatan apalagi memojokkan pihak wanita.

1. Banyak orang bilang bahwa poligami itu merebut suami orang.

Ralat :Yang benar adalah poligami itu memiliki suami secara bersama-sama yang sah menurut syariat agama Islam. Kalau direbut berarti istri lama tidak memiliki hak lagi alias dicerai. Kalau ada yg dicerai berarti tidak terjadi poligami tetapi monogami.

2. Banyak orang bilang bahwa poligami itu harus diizini istri tua.

BACA JUGA: Apakah Disunahkan untuk Berpoligami?

Ralat: Poligami itu tidak perlu izin kepada istri, ketika Rasulullah menikahi wanita Yahudi cantik bernama Shafiyyah binti Huyay al Akhtab. Rasulullah  memberitahu Aisyah bahwa beliau menikah dengan Shafiyyah. Ini membuat Aisyah cemburu sekali dan mengatakan: “Ia seorang wanita Yahudi.” Dan dijawab oleh Rasulullah: “Janganlah engkau berkata seperti itu, karena ia telah masuk Islam, dan baik pula keIslamannya.”

3. Banyak orang bilang bahwa poligami berdosa karena menyakiti perasaan wanita (membuat cemburu).

Ralat: Poligami itu suami menggunakan haknya, cuma kadang istri iri, (bukan salahnya orang yang menggunakan hak tapi salahnya orang yang iri). Poligami  menguji keikhlasan dan keridloan wanita  terhadap ketentuan Allah. Semakin ikhlas maka semakin banyak pahala. Semakin tidak ikhlas apalagi diwujudkan dalam bentuk kemarahan dan perbuatan anarkis maka semakin bertambah dosa. Kalau masalah cemburu, istri Rasulullah dan istri-istri Sahabat Rasulullah yang berpoligami kadang juga cemburu satu sama lain. Tetapi ini tidak berarti bahwa Rasulullah dan para Sahabat menyakiti perasaan istri-istrinya. Kalau diartikan bahwa cemburu itu menyakiti perasaan istri, maka tidak mungkin Rasulullah dan para Sahabatnya dijamin masuk surga oleh Allah. Cemburu adalah wujud tanda cinta istri kepada suami bukan wujud perlakuan suami menyakiti hati istri.

4. Banyak manusia yang bilang bahwa pelaku poligami jaman sekarang tidak bisa berbuat adil seperti jaman Nabi.

Ralat: Yang benar adalah bahwa berbuat adil itu bisa dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan di manapun tidak dibatasi oleh jaman. Jika umat Muhamad tidak bisa berbuat adil dalam poligami maka poligami akan dilarang secara mutlak. Al Quran berlaku sepanjang masa termasuk ayat diperbolehkannya poligami.

5. Banyak manusia yang bilang bahwa istri pertama harus diperlakukan lebih istimewa dibanding istri kedua, ketiga atau keempat.

Ralat: Perlakuan seperti itu adalah adat jaman jahiliyyah. Setelah Islam datang maka semua adat itu dikoreksi total oleh Islam. Setelah sah secara syariat menjadi istri maka semua istri (R1, R2, R3, R4) mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama terhadap suami.

BACA JUGA: Sikap Muslim terhadap Poligami

6. Banyak manusia bilang, poligami mengambil hak istri tua.

Ralat: Dalam poligami suami  mengambil/memanfaatkan kuota/haknya sendiri, istri ke 2, 3, dan 4 juga memanfaatkan haknya sendiri pula. Istri pertama jika menghalangi, mencegah suami atau istri 2, 3 dan 4 itulah  orang yang menghalangi hak 4 orang tersebut.

7. Banyak manusia bilang, zaman sekarang poligami hanya menuruti hawa nafsu.

Loading...

Ralat: Berpoligami itu mengendalikan hawa nafsu dari perbuatan haram/tercela dan berdosa agar menjadi perbuatan halal/terpuji dan berpahala.

8. Banyak orang bilang, kalau mau berpoligami ala Rosulillah, carilah orang janda yang tidak laku.

Ralat: Rasulullah tidak menganjurkan memilih janda, justru menganjurkan  memilih gadis, yang cocok dengan selera sehingga diperbolehkan melihat calon istri terlebih dulu.

9. Banyak orang bilang, poligami hanya bikin masalah.

Ralat: Poligami mengatasi masalah suami agar lebih bisa mengendalikan pandangan dan farji, dan mengatasi masalah wanita yang membutuhkan pengayoman, pengawasan, pendidikan, nafaqah dan sebagainya. []

 

SUMBER: TA’ADDUD

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline