Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukhti, Ketahui Syarat Hewan yang Bisa Dikurbankan (2-Habis)

0

SYARAT yang ketiga: hewan kurban harus bebas dari aib atau cacat.

BACA JUGA: Sederhana itu Indah

Dari Al-Bara’ bin ‘Azib berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, ‘Apa yang harus dijauhi untuk hewan kurban? ‘ Beliau memberikan isyarat dengan tangannya lantas bersabda: “Ada empat.” Barra’ lalu memberikan isyarat juga dengan tangannya dan berkata, “Tanganku lebih pendek daripada tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: (empat perkara tersebut adalah) hewan yang jelas-jelas pincang kakinya, hewan yang jelas buta sebelah, hewan yang sakit dan hewan yang kurus tak bersumsum.” (H.R.Malik)

Riwayat lain menjelaskan,

Dari ‘Ubaid bin Fairuz ia berkata, ” Aku pernah bertanya kepada Al Bara` bin ‘Azib. Sesuatu apakah yang tidak diperbolehkan dalam hewan kurban?” Kemudian ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdiri diantara kami, jari-jariku lebih pendek daripada jari-jarinya dan ruas-ruas jariku lebih pendek dari ruas-ruas jarinya. Kemudian beliau berkata: “Empat perkara yang tidak boleh ada di dalam hewan-hewan kurban.” lalu belau berkata, “ yaitu buta sebelah matanya yang jelas kebutaannya, pincang yang jelas pincangnya, sakit yang jelas sakitnya, dan pecah kakinya yang tidak memiliki sumsum.” ‘Ubaid berkata,” aku katakan kepada Al Bara’, Aku tidak suka pada giginya terdapat aib(cacat)”. Ia berkata, “ Apa yang tidak engkau sukai maka tinggalkan dan janganlah engkau mengharamkannya kepada seseorang.” Abu Daud berkata tidak ada sumsum padanya. (H.R.Abu Dawud)
Yang dimaksud cacat pada hewan kurban itu seperti buta total, lumpuh, bagian tubuh terpotong dan apa saja yang membuat hewan tidak sah untuk berkurban.

Dari Aisyah dan dari Abu Hurairah, “ Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hendak melaksanakan kurban, beliau membeli dua ekor domba yang besar, gemuk, bertanduk, berwarna putih (yang bercampur sedikit hitam) yang diremukkan pelirnya. Kemudian beliau menyembelih salah satunya untuk umatnya yang telah bersaksi akan keesaan Allah dan bersaksi atas risalah beliau, lalu menyembelih yang satunya untuk Muhammad dan keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (H.R. Ibnu Majah)

Hewan yang tidak bertanduk, tidak berekor, dan bertelinga kecil secara genetik sah dijadikan hewan kurban. Karena hal itu tidak termasuk cacat yang dinyatakan oleh Nash. Demikian pula yang dilubangi telinganya, terbelah telinganya, atau telinga hilang tapi tidak sampai separuh. Semuanya sah menjadi hewan kurban karena tidak termasuk cacat yang dijelaskan oleh Nash.

Hewan yang cacat bukan karena perbuatan manusia setelah ditetapkan sebagai hewan kurban sah dijadikan sebagai hewan kurban. Namun jika cacatnya karena perbuatan manusia, maka tidak sah dan harus diganti dengan yang baru.
Adapun syarat jantan, maka tidak ada Nash yang menunjukkan bahwa hewan kurban harus berkelamin jantan. Ayat dalam Al-Quran malah menunjukkan bahwa hewan kurban bisa berjenis kelamin betina sebagaimana jantan. Allah berfirman,

(Yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang domba, sepasang dari kambing. (Al-An’am; 143)

Dan sepasang dari unta dan sepasang dari sapi. (Al-An’am; 143)

Yang dimaksud sepasang dalam ayat di atas adalah jenis jantan dan jenis betina. Penyebutan empat macam hewan kurban dalam ayat di atas yang mencakup jenis jantan dan betina menunjukkan betina sah menjadi hewan kurban sebagaiman jantan juga sah menjadi hewan kurban.

Dengan demikian ada tiga syarat sah hewan kurban yaitu, hewan ternak ( unta, sapi, kambing, domba) saja, usianya sesuai, dan tidak mengalami cacat yang ditetapkan oleh syariat.

Hewan paling utama dikurbankan mulai dari unta, sapi, kambing, dan domba. Disunahkan untuk memilih hewan yang gemuk, bertanduk, dan kondisi paling baik.

Dan tentunya cara mendapatkan hewan kurbanpun harus didapatkan dengan cara yang Halal dan baik. Semua hal ini perlu diperhatikan agar syarat sahnya ibadah kurban dapat dipenuhi. [ta/islampos]

SUMBER: ABUHAURAMUAFA



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline