Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukhti, Ketahui Syarat Hewan yang Bisa Dikurbankan (1)

0

Saat pelaksanaan Ibadah kurban ada hal yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah syarat untama hewan kurban. Tiga syarat itu adalah :

BACA JUGA: Kisah Qurban Seorang Ibu Tua

Pertama, hewan yang bisa dikurbankan hanya ada empat yaitu, unta, sapi, kambing dan domba. Dalil yang menunjukkan bahwa hewan kurban hanya ada empat macam adalah firman Allah;

{وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ} [الحج: 34]

dan bagi tiap-tiap umat telah Aku syariatkan Mansak, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka. (Al-Hajj; 34)

Mansak dalam ayat di atas adalah aktivitas menyembelih hewan kurban. Ketika Allah memerintahkan umat Islam melaksanakan ibadah kurban maka seorang harus menyebut nama Allah ketika menyembelihnya (tidak seperti orang-orang musyrik yang menyebut nama berhala ketika menyembelih kurban). Allah menyebut jenis hewan kurban itu di ayat terakhir Bahimatul An’am.

Definisi bahimatul An’am adalah hewan ternak yang berupa unta, sapi, kambing, dan domba. Selain dari itu maka tidak boleh atau tidak sah kurbannya.

Seperti halnya hewan hasil persilangan antara hewan yang sah dijadikan berkurban dengan hewan yang tidak sah. Tidak bisa dijadikan hewan kurban, karena persilangan tersebut membuat keturunannya tidak tercakup dalam definisi asal. Contohnya seperti kuda dengan keledai disebut Bighal, tidak disebut kuda atau disebut keledai.

Kedua, hewan kurban harus memenuhi usia minimal yang ditetapkan oleh syariat. Yang menjadi ukuran usia bukan masalah gemuk/tidak atau ukuran-ukuran yang lainnya.

Jika hewan kurban tidak memenuhi usia minimal yang ditetapkan oleh syariat, maka kurbannya tidak sah. Dalil yang menunjukkan ketidakasahan jika hewannya tidak memenuhi syarat usia minimal adalah hadis berikut ini;

Dari Al Bara` dia berkata; “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat, setelah itu beliau bersabda: “ Barangsiapa mengerjakan shalat seperti shalat kami dan menghadap kiblat kami, hendaknya tidak menyembelih binatang kurban sehingga selesai mengerjakan shalat.” Lalu Abu Burdah bin Niyar berdiri dan berkata, “ Wahai Rasulullah, padahal aku telah melakukannya.” Beliau bersabda: “Itu adalah ibadah yang kamu kerjakan dengan tergesa-gesa.” Abu Burdah berkata, “Sesungguhnya aku masih memiki Jadza’ah dan dia lebih baik daripada dua Musinnah, apakah aku juga harus menyembelihnya untuk berkurban? Beliau bersabda, “Ya, namun hal itu tidak sah untuk orang lain setelahmu.” (H.R.Bukhari)

Dalam hadis di atas dikisahkan bahwa seorang sahabat yang bernama Abu Burdah bin Niyar telah menyembelih kurbannya sebelum shalat Ied dilakukan. Karena syarat sah penyembelihan harus dilakukan setelah shalat Ied, maka hal ini bermakna kurban Abu Burdah bin Niyar tidak sah. Karena itu ia ingin menyembelih lagi setelah shalat Ied. Namun hewan yang ia punyai hanyalah Jadza’ah. Jadza’ah yang dimaksud dalam hadis ini adalah kambing yang berusia 6 bulan atau lebih tetapi belum genap satu tahun.

Dia bertanya pada Rasulullah Saw. apakah kurban yang ia kerjakan itu sah atau tidak. Lalu Rasulullah Saw. menjawab bahwa kurbannya sah, tetapi hanya untuk sekali ini saja. Khusus untuk Abu Burdah bin Niyar.

Artinya selain dari Abu Burdah bin Niyar, termasuk umat Islam yang hidup di zaman sekarang, tidak sah jika berkurban dengan kambing yang usianya baru 6 bulan.

Adapun rincian usia minimal hewan yang sah untuk kurban :
Domba usia minimalnya adalah 6 (enam) bulan Hijriyyah
Kambing usia minimalnya adalah 1 (satu) tahun Hijriyyah
Sapi usia minimalnya adalah 2 (dua) tahun Hijriyyah
Unta usia minimalnya adalah 5 (lima) tahun Hijriyyah. [ta/islampos]

SUMBER: ABUHAURAMUAFA



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline