Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Cemburu yang Terjadi Diantara Istri-istri Rasulullah (Bagian 2)

0

Untuk selanjutnya, kita dengar penuturan ‘Aisyah, “Kemudian aku mengikuti beliau hingga beliau sampai di pemakaman Baqi’. Beliau berdiri lama, lalu mengangkat kedua tangannya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau berbalik, aku pun berbalik. Beliau bersegera, aku pun bersegera. Beliau berlari kecil, aku pun berlari kecil. Beliau berlari lebih cepat, aku pun melakukan yang sama, hingga aku dapat mendahului beliau lalu segera masuk ke dalam rumah. Belum lama aku membaringkan tubuhku, beliau masuk. Melihat keadaanku beliau pun berkata, “Ada apa dengan dirimu wahai’Aisyah, kulihat napasmu memburu?” Aku menjawab, “Tidak ada apa-apa.” Beliau berkata, “Beri tahu aku, atau Allah Subhanahu wata’ala yang akan mengabarkan kepadaku.” Aku pun menceritakan apa yang baru berlangsung. Mendengar ceritaku, beliau berkata, “Berarti engkau adalah sosok yang akulihat di hadapanku tadi?” Aku menjawab, “Iya.” Beliau mendorong dadaku dengan kuat hingga membuatku kesakitan. Kemudian beliau bersabda, “Apakah engkau menyangka Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul- Nya akan berbuat tidak adil terhadapmu?”

BACA JUGA: Jika Suami Seperti Ini, Tandanya Ia Cemburu!

‘Aisyah berkata, “Bagaimana pun manusia menyembunyikannya, niscaya Allah mengetahuinya. Memang, semula aku menyangka demikian.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan, “Jibril datang menemuiku saat  itu. Dia memanggilku, aku pun menyembunyikannya darimu. Aku penuhi panggilannya. Jibril tidak mungkin masuk ke kamar ini, sedangkan engkau telah membuka pakaianmu. Tadi aku menyangka engkau sudah tidur sehingga aku tidak ingin membangunkan tidurmu, karena khawatir engkau  akan merasa sendirian (dalam sepi) dalam kegelapan malam.

Jibril berkata kepadaku saat itu, ‘Sesungguhnya Rabbmu memerintahkanmu untuk mendatangi permakaman Baqi’ guna memintakan ampun bagi penghuninya’….” (HR. Muslim no. 974)

Pernah juga suatu malam, Aisyah merasa kehilangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia pun kemudian meraba-raba mencari beliau. Ia menyangka beliau pergi ke rumah istri yang lain. Ternyata ‘Aisyah mendapatkan beliau sedang ruku’ atau sujud seraya berdoa,

سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu, tidak ada sesembahan yang benar selain-Mu.”

‘Aisyah pun berkata, “Sungguh, aku berada dalam satu keadaan, sementara engkau berada dalam keadaan yang lain.” (HR. Muslim no. 485)

Kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak bepergian (safar) adalah mengundi di antara istri-istrinya, siapa yang diajak dalam safar tersebut. Suatu ketika, jatuhlah undian kepada ‘Aisyah dan Hafshah radhiyallahu ‘anha. Keduanya pun dibawa oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam safar tersebut, apabila malam telah menjelang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berjalan bersisian dengan unta yang ditunggangi ‘Aisyah x (yang berada di dalam sekedup/semacam tandu yang diletakkan di atas unta, sehingga tidak terlihat orang-orang di sekitarnya) dan beliau berbincang bersamanya. Suatu ketika, Hafshah radhiyallahu ‘anha berkata kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Tidakkah engkau mau menaiki untaku malam ini dan aku menaiki untamu, hingga engkau bisa melihat dan aku bisa melihat?” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab, “Iya.” Lalu ia pun menaiki unta Hafshah dan Hafshah menaiki untanya.

BACA JUGA: Manajemen Cemburu

Datanglah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menuju unta yang biasa dinaiki oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tanpa mengetahui bahwa yang ada di dalam sekedupnya adalah Hafshah, bukan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhs. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan salam, kemudian berjalan bersisian dengan unta tersebut hingga mereka singgah di suatu tempat.

‘Aisyah merasa kehilangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam itu. Ia pun cemburu, hingga ketika mereka berhenti dan singgah di suatu tempat, ‘Aisyah memasukkan kakinya ke dalam rumput-rumputan seraya berkata, “Ya Rabbku, biarkanlah seekor kalajengking atau ular menyengatku. Aku tidak sanggup berkata apa-apa kepada Rasul-Mu.” (HR. al- Bukhari no. 5211 dan Muslim no. 2445).

 

Bersambung..



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline