Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kembalikanlah Aku ke rumah, pada Siapa Kalian akan Menyerahkan Aku

0

Sulaiman bin Khalid bercerita kepada Syamsudin bin Malik tentang seorang budak cantik yang pandai membaca kitabullah, sopan, dan pandai meriwayatkan syair. Budak cantik itu mlik seorang wanita tua di Kufah (Irak). kecantikan budak tersebut membuat banyak laki-laki terpikat. Tidak sedikit pembesar yang berniat membelinya. Namun sang pemilik engan menjualnya karena keistimewaannya.

Kabar kecantikan budak tersebut sampai kepada Hisyam bin Abdul Malik, seorang saudagar. Hisyam yang tertarik pun mengirimkan surat kepada wanita tua pemilik budak tersebut dengan maksud ingin membelinya. Mendengar kekayaan Hisyam wanita tua itu pun menyetujui untuk menjual budak tersebut dengan harga 200.000 dirham ditambah dengan sebidang kebun kurma yang setiap tahunnya menghasilkan 500 mitsqal (1 mitsqal = 4,25 dirham).

Budak cantik itu dirias dan dipakaikan pakaian yang mewah sebelum diserahkan kepada Hisyam. Hisyam pun telah mempersiapkan kemewahan bagi budak wanita trsebut.

Pada suatu hari, saat Hisyam tengah bermesraan dengan budak tersebut. Terdengar jeritan keras disamping istananya. Suara tersebut ternyata beraasal dari seorang wanita yang sedang mengiringi jenazah di depannya.

Wanita itu berteriak “Hai orang-orang yang dipukul di atas kayu, untuk dikumpulkan dengan orang-orang mati yang telah mendahuluimu. Engkau akan ditinggalkan sendirian di dalam kubur. Di sana engkau orang asing. Aku sudah tahu hai orang yang dipindahkan, apakah engkau termasuk orang yang minta dibawa cepat kedalam kuburmu, ataukah engkau termasuk orang yang berkata. ‘Kembalikanlah aku ke rumah, kepada siapa kalian akan menyerahkan aku’.”

Mendengar hal tersebut Hisyam seketika menangis dan berkata “Cukuplah kematian sebagai peringatan bagiku!”.

Hisyam pun pergi meninggalkan budak cantik tersebut. sementara itu budak cantik yang mendengar ratapan itu pula menyadarkannya “Nyaris putus jantungku mendengar ratapan tersebut.”

Pada saat tertidur budak itu bermimpi didatangi seorang yang menegurnya “Hai wanita! jangan engkau berbangga dengan kecantikanmu. Jangan engkau bangga karena rayuanmu berhasil membuat laki-laki takluk di depan hidungmu. Bagaimanakah jika sangkangkala telah ditiupkan, kemudian memorak-morandakan seluruh isi kubur, tempat semua penghuni kubur digiring menuju suatu tempat? Di sana mereka ditunjukkan segala amal perbuatan yang pernah mereka lakukan dahulu!”

Terbangun dari mimpinya budak cantik itu pun segera berbenh diri. Ia mengganti pakaian mewahnya dengan pakaian lusuh. Ia menghampri Hisyam dan meminta untuk dibebaskan. Karena melihat kesungguhannya untuk bertaubat Hisyam membebaskannya.

Budak itu pun pergi menuju Baitullah dengan berjalan kaki beberapa lamanya. Ia memilih tiggal di dekat Ka’bah agar dapat thawaf dengan leluasa dan bermunajat kepada Allah untuk mengampuni dosanya. Ia bekerja dengan memintal benang. Uangnya dia gunakan untuk beribadah. Siang hari dia berpuasa sedang di malam hari Ia bermnajat kepada Allah.

Tujuan hidup budak cantik tersebut hanyalah Allah. Ia tidak lagi merawat diri. Hingga kulitnya yang tadinya putih bersih berubah menjadi kusut dan layu. Mata yang dahulu berbinar kini berubah menjadi cekung akibat tangisannya setiap saat untuk memohon ampun atas dosa-dosanya. Kukunya yang lentik kini terluka karena digunakan untuk memintal benang sebagai bekal ibadah.

Kesengsaraannya kini terasa jauh lebih nikmat. Dibandingkan kenikmatannya dahulu yang penuh dengan kemaksiatan. Semoga Allah mengasihinya dan menerima taubatnya. []

Redaktur : Karisa P.Yeli
Sumber : Dahsyatnya Tubat,Isnaeni Fuad, Gema Insani : Jakarta, 2008



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline