Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Menambah Keharmonisan Rumah Tangga dengan Mandi Janabah Bersama

0

‘Aisyah mengatakan, “Aku pernah mandi janabah bersama-sama Rasulullah dari satu bejana. Tangan kami berulang-ulang ke dalamnya.” (Muttafaq ‘alaih). Ibnu Hibban menambah, “Dan tangan kami bertemu di dalamnya.”

Nah, setelah jima’, ada anjuran yang masing-masing, baik istri ataupun suami, salah satunya mandi janabah untuk mensucikan diri dari hadas besar. Anda dapat melakukannya sendiri-sendiri, tapi bisa juga mandi bersama-sama dalam satu bak agar keindahan dan kemesraan pada setiap hubungan yang intim dapat lebih sempurna.

Mudah-mudahan jalinan perasaan (al-’athifah) di antara Anda terikat lebih kuat. Semoga jalinan perasaan itu penuh barakah dan dibarakahi.

Anda masih bisa bermain-main kecil dengan penuh keromantisan, bercanda bersama istri ketika mandi janabah.

BACA JUGA: Begini Cara Mandi Junub

Selain untuk lebih menyempurnakan kemesraan dan keakraban, kesempatan mandi janabah juga merupakan kesempatan pertama untuk melakukan amal shalih. Barangkali ada yang masih belum mengerti cara mandi, Anda bisa mengingatkan dengan penuh kasih-sayang dan perhatian. Semoga Allah meridhai dan memberikan barakah pada Anda.

Nabi dan istrinya bukan saja mandi bersama. Malah ketika mandi Nabi dengan begitu romantisnya membelai-belai rambut istrinya.

BACA JUGA: Saat Mandi Junub, Apakah Rambut Harus Diurai?

Sekarang pertanyaannya: masih malu untuk mandi bersama suami, atau bersama istri? Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri melakukannya, tentu tersimpan keutamaan dahsyat di dalam amalan ini.

Bagi mereka lelaki yang suka berbicara tentang sunnah Nabi, janganlah hanya semangat membahas tentang beristri dua, tiga dan empat saja, manakala amalan lain Nabi termasuk selalu mengerjakan amalan sunah lainnya dan akhlaknya yang sungguh mulia itu tidak diberi perhatian. Juga tentu saja, mandi janabah bersama ini salah satunya. []

 

SUMBER: ISLAMPOS



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline