Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Engkau bagiku seperti Punggung Ibuku

0

 

 

Khoulah adalah istri dari Aus bin Shomit. Pada awal peniahanya Khoulah dan Aus hidup berbahagia. Aus rajin bekerja dan penuh perhatian. Namun dikala usia senjanya Aus mulai banyak berdiam diri dirumah dan tidak bekerja. Aus pun mudah merasa bosan dan menjadi begitu pemarah.

Suatu ketika Aus begitu marah, hingga ia berkata kepada Khoulah, “Engkau bagiku seperti punggung ibuku!”

Perkataan yang akrab dikalangan jahiliyah sebagai ungkapan seorang suami telah mengharamkan isteri untuk dirinya. tidak dicerai, tidak pula berpisah darinya, jadilah isteri sebagai pihak yang tergantung.

Ucapan itu telah menghancurkan rumah tangga yang telah mereka bina. Bergetar suara Khoulah berkata kepada suaminya,” engkau telah mengatakan suatu ucapan yang besar, aku tidak tahu seberapa beratnya bagiku”. Khoulah pun pergi menemui Rosulullah untuk mengadukan perkara tersebut.

Saat Rosulullah mendengar cerita Khoulah. Bliau tidak langsung memutuskan sesuatu. Beliau ingin mendengar cerita dari Aus pula. begitulah Rosulullah mencontohkan untuk melihat suatu perkara dari dua belah pihak. Rosulullah pun memanggil Aus dan Aus membenarkan apa yang disampaikan Khoulah.

Setelah mendengar pengakuan Aus bin shomit Rhosululloh berkata kepadanya,” wahai Aus, janganlah engkau mendekati isterimu sampai aku memberikan keputusan (hukum)”.

Di saat menunggu keputusan Rosulullah, Khoulah tidak berhenti berdo’a. ia memikirkan kodisi anak-anaknya yang tidak akan berbahagia apabila hidup hanya dengannya. atau pun hidup bersama kedua orang tua yang tidak bisa lagi bekerja sama mendidik mereka.

Do’a Khoulah disambut oleh Allah Swt. Turunlah firman Allah dalam Q.S al -Mujadalah ayat 1-4 . Kemudian Rosulullah berkata kepada Khoulah, “Suruhlah suamimu untuk memerdekakan seorang budak.”

Khoulah berkata, “Wahai Rhosululloh suamiku tidak memiliki budak yang dapat ia merdekakan.”

Nabi Shollallohu alaihi wassallam berkata, “Kalau begitu suruhlah ia berpuasa dua bulan berturut turut.”

Khoulah berkata,” Wahai Rhosululloh suamiku adalah orang yang sudah tua dan tidak kuat untuk berpuasa,” kalau begitu Suruhlah ia memberi makan 60 orang fakir miskin dengan 60 sho kurma.”

Khoulah berkata wahai Rhosululloh ia tidak memiliki kurma sebanyak itu dan tidak punya harta untuk membelinya.”

Rhosululloh Shollallohu alaihi wassallam akhirnya berkata, “Kami akan membantunya dengan satu sho kurma.”

Khoulah pun berkata, “Saya juga akan membantunya dengan satu sho kurma.”

Rasululloh berkata, “Pulanglah dan sedekahkan kurma itu sebagai kafarat bagi suamimu, lalu pergaulilah dengan baik.”  []

Loading...

Redaktur : Karisa P.Yeli
sumber : http://yusy-azzahro.blogspot.com



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline