Breaking News
Foto: Christian Science Monitor

Syurga itu Ada di Rumahku


Oleh: Tiasmi Afriana

“Izinkan saya mengatakan, Anda silahkan beramal sholeh sebanyak-banyaknya, dari berbagai jalan menuju syurga. Tapi jangan sampai syurga yang terdekat, yang berada di rumahmu terlewatkan. Orangtuamu adalah syurgamu,” (Ahmad al-Habsy).

BACA JUGA: Takkan Terbalas, Jasa Seorang Ibu

Seringkali kita mendengar ungkapan rumahku syurgaku. Ya, memang begitulah adanya. Bagi seorang mahasiswa perantauan yang sedang menikmati liburan semester di rumah, tentu keberadaan untuk tinggal di rumah itu sesuatu yang istimewa. Segala keperluan, segera saja mudah di dapat dalam jangkauan yang amat dekat. Makan tak perlu beli. Nyuci tak perlu repot. Tentunya ini tak lepas karena keberadaannya ada yang memperhatikan.

Ya, itulah orangtua. Terutama sih sosok seorang Ibu. Yang tak henti-hentinya membuat seorang anak bergelimang dengan kemanjaannya. Sekalipun ia seorang orator yang biasa bersuara lantang di bawah teriknya mentari dan dihadapanketatnya pengawalan polisi.

Itu baru secuil kisah bahwa syurga itu memang nyata ada di rumah. Kenikmatan kecil yang biasa didapat sebagian besar orang. Kebanyakan diantara kita mungkin hanya memaknai syurga itu ada di rumahmu hanyalah sebatas itu. Tak usah jauh-jauh, saya pun awalnya beropini demikian.Adanya opini yang demikian menandakan bahwa potensi syurga itu amatlah dekat. Kita bisa masuk melalui pintu rumah kita. Maksudnya, bahwa syurga itu ternyata adalah di rumah kita. Kadang-kadang, ketika kita mendengar ungkapan “rumahkusyurgaku” hanya dipahami berkaitan dengan suami istri. Sungguh, itu hanyalahsebagian kecil saja. Bahkan, syurga dalam rumah itu sejatinya amat melekat pada sosok ayah dan ibu kita. Perlu bukti?

Abu Darda ra pernah meriwayatkan,Rasulullah saw menegaskan,“Orangtuamu adalah jembatanmenuju syurga atau neraka,” (HR. Ath-Thabrani). Pesan yang disampaikan darihadist tersebut jelas bahwa orangtua bisa menjadi sebab mengantarkan seorang hamba Allah menuju syurga atau bahkan neraka-Nya. Dalam riwayat lain, Rasulullah pernah ditanya tentang peranan orangtua, dengan tegas beliau menjawab, “Orangtua adalah yang menyebabkan syurgamu atau nerakamu,” (HR. Ibnu Majah).

Kadang kita terlalu berpikir rumit bahwa untuk meraih syurga-Nya itu sulit. Sah-sah saja kalau kebanyakan dari kita berpikir demian. Oleh karenanya, banyak orang yang melakukan berbagai cara untuk meraih syurga-Nya. Yang kaya, bisa jadi gemar menyedekahkan sebagian dari hartnya, tiap bulan rutin pergi umroh. Atau yang memiliki fisik yang kuat mendermakan tenaganya untuk menjadi mujahid Allah di medan jihad.Bahkan tak sedikit pula yang kuasa berlapar dahaga rajin berpuasa. Semua hal yang disebutkan itu semua berbicara tentang ikhtiar.

Saudaraku, syurga merupakan janji indah Allah swt bagi orang-orang mukmin di akhirat kelak. Jalan menuju syurga adalah satu, taatkepada-Nya. Banyak jalan menuju syurga. Sekiranya, itu adalah ungkapan yang Allah bahasakan kepada setiap hambanya. Allah sediakan berbagai peluang dan beranekaragam cara untuk meraih syurga-Nya. Justru karena kemudahan itu pulalah, rumah adalah salah satu sarana termudah menuju jannah-Nya. Karena rumah adalah fondasi awalnya. Karena rumah adalah mihrab cinta menuju ridha-Nya. Begitu jelas Allah memasang spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Syurga” ketika kita menginjakkan kaki kita ke dalam rumah atas dasar wujud bakti kita kepada orangtua. Itulah ladang amal yang Allah sediakan untuk menuju syurga-Nya melalui pintu rumah kita. Ridha Allah bisa kita gapai melaui ridho orangtua kita. Cukup perhatikan potensi syurga yang ada di rumah kita. Mari maksimalkan potensi itu! Mudah bukan? []



Artikel Terkait :

About Humaira

Dengan Ilmu, samudera luas mampu engkau arungi

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan