Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Antara Kedudukan Wanita dan Peranan Sosial

0

Pertanyaan: Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Afwan ustadz, tentang cara bersosialisasi perempuan dalam syariat Islam itu harus seperti apa di dalam lingkungan? Dan bagaimana mensinkronkan antara “sebaik-baik tempat untuk perempuan adalah di rumahnya” dengan “sebaik-baiknya manusia itu yang bermanfaat untuk manusia lainnya”?

Mohon penjelasannya, Syukron wa Jazakallahu khairan

(Dari: Fulanah)

Jawaban: Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokaatuh

Bismillah

Alhamdulillāh. Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Semoga kita semua, anda dan saya, dimudahkan untuk berakhlaq mulia kepada sesama, karena akhlaq adalah modal terbaik untuk bersosialisasi.

BACA JUGA: Dibalik Kekurangan Wanita, Tersimpan Kelebihan Luar Biasa

Peran wanita sejatinya sangat penting dalam suatu lingkungan dan kehidupan bermasyarakat. Bagaimana tidak, mayoritas penduduk bumi adalah wanita, maka merekalah yang punya peranan penting dalam amar ma’ruf nahi mungkar. Juga karena mereka pulalah sejatinya yang paling banyak menghabiskan waktu dengan anak, calon orangtua di masa depan. Ini yang membuat Alloh menetapkan peran vital wanita dari sisi internal rumah tangga, sebagaimana tercantum dalam firmanNya;

وَقَرْنَ فِي وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu.” (QS Al-Ahzab 33).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan maksud ayat ini agar para istri tetap di dalam rumah, tidak keluar kecuali ada kebutuhan seperti sholat di masjid jika telah terpenuhi syaratnya. Beginilah memang standar yang ideal dalam Islam, di mana kepala keluarga bertindak sebagai penanggung jawab utama urusan eksternal atau luar rumah, dan ibu sebagai penanggung jawab utama internal atau dalam rumah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wasallam bersabda;

وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ

Loading...

“Seorang wanita adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga serta anak-anaknya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya”. [HR Muslim 3408]

Apakah tidak boleh memberikan manfaat di luar rumah? Kepada lingkup sosial yang lebih luas? Agar lebih bisa memberikan manfaat kepada manusia lainnya?

BACA JUGA: Wanita yang Mempunyai Prinsip Hidup ‘Hanya untuk Suami’

Boleh, tapi ingat fithroh wanita itu senantiasa dikelilingi fitnah oleh setan, karena wanita adalah aurat.

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu aurat, jika ia keluar maka akan diintai oleh setan”. [HR At-Tirmidzi 1093]

Lantas bagaimana caranya agar bisa lebih bermanfaat secara maksimal dalam kehidupan sosial?

Pertama, jadikan diri anda secara pribadi orang yang bermanfaat dalam keluarga.

Kedua, jadikan diri anda secara sosial orang yang memberikan kebahagiaan dalam lingkungan.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wasallam bersabda;

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً

“Manusia yang paling dicintai oleh Alloh adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, sedangkan amal yang paling dicintai oleh Alloh adalah kebahagiaan yang engkau berikan kepada diri seorang muslim atau engkau menghilangkan kesulitannya”  [Al-Mu’jamul-Kabiir 13646 dan dinilai Hasan oleh Al-Albani rohimahulloh dalam Silsilah Ash-Shohihah 906]

Anda bisa memberikan kebahagiaan pada tetangga dengan memberi masakan terlezat yang anda buat, mengajarkan rajut pada ibu-ibu komplek, menjadi pengajar tahsin dalam forum ibu-ibu RW, menjadi bendahara yang bertanggung jawab dalam kelompok pengajian, dll. Itu semua bisa dilakukan tanpa mengurangi manfaat yang anda beri dalam keluarga. Dan itu adalah amal yang paling dicintai Alloh, kebahagiaan yang anda berikan kepada sesama muslim.

Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh Alloh menjadi pribadi yang adil dan seimbang dalam masyarakat. Karena sosial yang baik adalah sosial yang seimbang, antara keluarga dan juga lingkungan.

Wallohu A’lam

Wabillahit Taufiq.

 

Dijawab oleh Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline