Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Wanita Memanjangkan Kuku, Bolehkah?

0

Wanita identik dengan fashion. Yang paling populer dimasa sekarang ini adalah adanya kuku yang dibiarkan panjang. Hal ini didukung juga dengan adanya tempat-tempat khusus untuk perawatan kuku. Bila kita kembali lagi kepada ajaran agama kita yakni agama Islam, sebenarnya boleh tidak wanita yang memanjangkan kuku?

BACA JUGA: Muslimah, Hanya Satu Kekurangannya

Barangsiapa tidak menggunting kukunya berarti ia telah menyalahi perkara fitrah. Memotong kuku termasuk salah satu perkara fitrah, berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Perkara fitrah ada lima: Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak,” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits shahih lainnya disebutkan bahwa perkara fitrah ada sepuluh, salah satunya adalah menggunting kuku. Dan batas waktu yang ditentukan untuk menggunting kuku yakni 40 hari. Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memberi kami batas waktu untuk menggunting kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan, yaitu tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari,” (HR. Ahmad, Muslim dan Nasa’i, lafal hadits di atas adalah lafal hadits riwayat Ahmad).

Syaikh Muhammad Al-Utsaimin rahimahullah menyatakan: “Termasuk aneh, apabila orang-orang yang mengaku modern dan berperadaban membiarkan kuku-kuku mereka panjang, padahal jelas mengandung kotoran serta menyebabkan manusia menyerupai binatang.”

Dari segi kesehatan, sesungguhnya mencuci kuku panjang itu tidak membuat kuku itu bersih dari kuman dan kotoran, karena air tidak dapat mencapai bagian bawah kuku.

Hikmah dengan adanya larangan untuk memanjangkan kuku ialah untuk menjaga kesucian dan kebersihan, karena kadangkala dalam kuku tersebut tersimpan kotoran. Dan juga untuk menghindari bentuk penyerupaan diri dengan orang-orang kafir dan hewan-hewan bercakar dan berkuku panjang. []

SUMBER: ISLAMQA



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline