Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jilbab Gaul, Penarik Perhatian Kaum Laki-laki (1)

0

Setiap wanita wajib untuk menutup auratnya dengan mengenakan jilbab. Tapi, seiring dengan perkembangan zaman ini, jilbab-jilbab yang ada kini beraneka ragam. Dan telah dikenal dikalangan masyarakat dengan sebutan jilbab gaul.

BACA JUGA: Muslimah, Ini yang Menyebabkan Hati Tidak Tenang

Pada hakikatnya jilbab itu adalah mencegah dari perbuatan yang keji, tapi berdasarkan fenomena yang ada, jilbab yang kini beredar lebih menarik perhatian laki-laki. Jilbab seperti apa sajakah itu?

• Jilbab gaul berwarna-warni dan dihiasi dengan berbagai macam motif

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah menegaskan, “Tujuan disyariatkannya memakai jilbab adalah untuk menutup perhiasan wanita, maka tidak masuk akal jika seorang wanita muslim memakai jilbab yang penuh dengan hiasan,” (Jilbab Mar’ah Muslimah: 120).

Oleh karenanya Allah berfirman, “Dan janganlah menampakkan perhiasannya,” (an Nur: 31). Keumuman ayat ini menunjukkan bahwa hiasan yang tidak boleh dinampakkan adalah mencakup pakaian itu sendiri jika dipenuhi oleh hiasan yang menarik perhatian kaum lelaki.

Apakah itu berarti seorang wanita muslimah harus memakai pakaian hitam? Tidak juga, karena kriteria pakaian bagi wanita mulimah adalah pakaian yang berwarna lazim atau familiar, tidak menjadi pusat perhatian. Sehingga, jika suatu daerah justru membenci pakaian hitam, maka tidak mengapa dia memilih pakaian berwarna terang, merah, hijau dan lainnya jika termasuk pakaian yang lazim dipakai.

Ibrahim an-Nakha’i suatu hari bersama Alqamah mendatangi para istri Nabi Shallallahu alaihi wasallam, mereka berdua mendapatkan para istri Nabi memakai pakaian berwarna merah. (Jilbab Mar’ah Muslimah: 122)

• Jilbab gaul tipis dan transparan

Menutup aurat tidak mungkin terwujud dengan pakaian tipis lagi transparan, justru dengan pakaian tipis, akan menjadi fitnah dan menjadi hiasan bagi kaum wanita. Karenanya, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dua golongan dari ahli Neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepalanya bagai punuk unta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapat baunya, sekalipun ia bisa didapatkan sejak perjalanan sekian dan sekian,” (Riwayat Muslim).

Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Makna ‘kasiyatun ‘ariyatun’ (berpakaian namun telanjang) adalah para wanita yang memakai pakaian tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna. Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang,” (Lihat: Jilbab al-Mar’ah Muslimah, 125-126).

BERSAMBUNG



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline