Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Muslimah Sosialita Menurut Islam, Bagaimana Hukumnya?

0

Kata “sosialita” tentu bukan lagi hal asing. Sosialita menggambarkan gaya hidup yang glamor, dipenuhi kemewahan, kelas atas, dan hanya untuk kalangan terbatas. Kebanyakan anggota sosialita adalah perempuan, tidak terkecuali para muslimah.

Menjadi sosialita adalah bukan hal yang mudah. untuk tampil menjadi sosialita sejati mereka harus memiliki, utamanya, tas bermerek seperti Hermès, Gucci, Chanel, Reed Krakoff, Louis Vuitton, Ralph Lauren, Givenchy, Bvlgari, dan Lanvin yang harganya berkisar antara $2,000 – $15,000.

Sosialita banyak didefinisikandengan seseorang yang berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan menghabiskan sebagian banyak waktunya untuk menghibur sekaligus mendapatkan hiburan.

Biasanya sosialita banyak melakukan aktivitas penggalangan dana. Sedangkan, Inti Subagio mengatakan bahwa kata “socialite” diambil dari kata “social” dan “elite” yang dimulai dari keluarga kerajaan di Eropa yang selalu mendapatkan perlakuan VVIP. Sebagai kaum elit mereka tidak perlu merasakan bekerja, berkeringat, ataupun mengantri, kehadiran merekapun dipuja dan diharapkan.

Mereka juga harus memiliki prestasi dari segi sosial seperti memiliki yayasan, tidak hanya bermodalkan darah biru atau keturunan bangsawan saja. Namun di Indonesia sendiri sosialita justru lebih dengan kemewahannya dibanding aksi sosialnya.

Saat ini banyak bermunculan kelompok sosialita yang anggotanya merupakan para muslimah. Hal tersebut tentu bukan hal yang dilarang. Muslimah tidak pernah dilarang untuk memiliki kekayaan dan berkumpul bersama kawan-kawannya. Hanya saja memboroskan harta berlebihan hanya untuk bergabung bersama kelas-kelas sosialita merupakan hal yang tidak seharusnya dilakukan.

Seorang muslimah harus menunjukan kesederhanaannya dalam berkehidupan, namun dalam urusan pendermaan muslimah harus menjadi yang paling gencar. Seperti halnya Khadijah dalam mendermakan harta bendanya.

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini.

Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.”
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah meridlai tiga hal bagi kalian dan murka apabila kalian melakukan tiga hal. Allah ridha jika kalian menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan (Allah ridla) jika kalian berpegang pada tali Allah seluruhnya dan kalian saling menasehati terhadap para penguasa yang mengatur urusan kalian. Allah murka jika kalian sibuk dengan desas-desus, banyak mengemukakan pertanyaan yang tidak berguna serta membuang-buang harta.” (HR. Muslim no.1715). []

Redaktur : Karisa P.YELI
Sumber : https://rumaysho.com
https://www.aprillins.com



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline