Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Karakter Yang Harus Dimiliki Pendidik (6)

0

Di antara karakter yang harus dimiliki pendidik:

6. Lunak dan fleksibel

Lunak dan fleksibel bukan maksudnya lemah dan tidak tegas. Namun harus dipahami secara luas dan menyeluruh. Maksudnya di sini lebih mengarah kepada sikap mempermudah urusan dan tidak mempersulitnya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berpesan,

“يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا”.

“Permudahlah dan jangan membuat sulit. Sampaikanlah kabar gembira dan jangan membuat orang lain lari”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu.

Maka hendaknya seorang pendidik memilih kemudahan yang dibolehkan oleh syariat. Misalnya jika dihadapkan dua pilihan, antara dua jenis sanksi; maka pendidik yang bijak akan memilih yang paling ringan, selama hal itu bukan perkara yang haram.

BACA JUGA: Jika Mendidik Anak, Jangan Biarkan Emosi Menguasai

Demikianlah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Aisyah radhiyallahu’anha menuturkan,

“مَا خُيِّرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلَّا أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا؛ مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا، فَإِنْ كَانَ إِثْمًا كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ”.

“Tidaklah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dihadapkan pada dua pilihan, melainkan beliau pasti memilih yang paling ringan (mudah), selama hal itu bukan dosa. Jika itu dosa, niscaya beliau menjadi orang yang paling jauh darinya”. HR. Bukhari dan Muslim.

Karakter tersebut di atas merupakan salah satu sifat yang akan menyelamatkan seseorang dari api neraka. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam sabdanya,

“أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟ عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ سَهْلٍ”.

“Maukah kalian kuberitahu tentang orang yang yang haram bagi neraka atau neraka haram baginya? Yakni setiap orang yang mudah dekat dengan orang lain, lunak (fleksibel) dan mudah (bergaul)”. HR. Tirmidzy dari Ibn Mas’ud radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban dan al-Albany.

Flesibilitas pendidik bukan berkonotasi menggampangkan segala hal, namun juga tidak boleh ia selalu bersifat saklek (kaku). Yang benar adalah bersikap seimbang, proporsional dan pertengahan. Sebuah sikap yang seharusnya menjadi ciri khas setiap muslim dalam segala urusannya, duniawi maupun ukhrawi.

 

Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MA



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline