Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Sabar Itu Understanding

0

Oleh: Widianingsih, M.Ag

Suatu hari seorang teman bertanya, ” Gimana ya mba Wid, anak saya temperamental banget, sering tantrum, yang memalukan. Kadang gak tau tempat, di tempat umum dia bisa tantrum loh,”ujar salah seorang ibu curhat.

BACA JUGA: Begini Fenomena Tik Tok di Kalangan Anak-anak dan Remaja

“Oh begitu, usia berapa anaknya mba?”, tanya saya.

“Anak saya tiga, sebelas tahun, sembilan tahun dan lima tahun. Semuanya begitu gampang emosi, apalagi kalau ingin sesuatu. Haduh repot deh,”  keluhnya.

“Bagaimana dengan Mba dan Ayahnya?”saya kembali bertanya.

“Nah itu dia, saya dan suami emosional juga, kami selalu memarahi anak-anak, apalagi kalau anak tantrum, bapaknya bisa marah besar.”

Hal seperti di atas ternyata bukan hanya dialami kawan saya. Tak jarang orangtua yang lainpin banyak melakukan hal serupa. Marah-marah pada anak dalam hal apa saja. Seolah tak ada kata lain atau cara lain ketika menghadapi anak yang bermasalah kecuali dengan cara marah.

Setelah terlihat, semakin besar anak semakin temperamental, orangtua mulai tersadar. Betapa hal itu menjadi sebuah masalah besar. Orangtua lupa, saat bayi dilahirkan, tak ada satu pun bayi yang bisa marah-marah atau emosional.

Setiap hari bayi melihat juga mendengar bagaimana orangtua nya berinteraksi dengan sesama mereka atau orang dewasa lainnya. Juga bagaimana orang dewasa berinteraksi dengan bayinya.

Orangtua lupa, Al-Quran berkali kali berbicara tentang kata sabar. Begitupun saat mendidik anak, sabar merupakan modal dasar. Namun ada kesalahpahaman dalam benak orangtua selama ini, sabar dikiranya menahan diri.

Sehingga tak jarang keluar kata-kata, “Sabar itu ada batasnya, anak saya udah kelewatan banget, gak bisa dilembutin lagi, harus pake cara kasar baru nurut.”

Berdasarkan teori Multiple Intelligence, jika manusia memiliki semua kecerdasan, yang ujungnya memiliki kecerdasan spiritual maka akan menjadi manusia yang understanding. Manusia yang memiliki pengertian mendalam pada semua hal.

Apabila kita sudah memiliki kemampuan understanding, semua masalah yang akan datang dapat diselesaikan dengan benar dan mampu membuat keputusan yang bermanfaat.

Maka, orangtua perlu menjadi manusia yang understanding, agar saat Allah memberikan ujian berupa anak, mampu lulus ujian itu dengan mendapat nilai terbaik. Kuncinya, orangtua harus terus belajar. Salah satunya belajar bersabar. []

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline