Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Gadis Berhias Menggunakan Inai, Bolehkah?

0

Inai yang disebut juga ‘pacar cina’ adalah sejenis tumbuhan semak yang daunnya digunakan untuk pemerah kuku.

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah berkata, “Tidak apa-apa berhias dengan memakai inai, lebih-lebih lagi apabila si wanita telah bersuami berhias untuk suaminya. Adapun wanita yang masih gadis, pendapat yang benar bahwa hal ini mubah (dibolehkan) baginya. Hanya saja, dia tidak boleh menampakkannya kepada lelaki yang bukan mahramnya karena hal itu termasuk perhiasan.

BACA JUGA: Hukum Mengias Kuku

Banyak pertanyaan dari para wanita tentang memakai inai pada rambut, dua tangan, atau dua kaki ketika sedang haid. Jawabannya, hal ini tidak apa-apa. Sebab, sebagaimana diketahui, apabila inai diletakkan pada bagian tubuh yang ingin dihias akan meninggalkan bekas warna dan warna ini tidaklah menghalangi tersampaikannya air ke kulit, tidak seperti anggapan keliru sebagian orang. Apabila si wanita yang memakai inai tersebut membasuhnya pada kali pertama saja, akan hilang inai yang menempel tersebut. Yang tertinggal hanya warnanya saja, maka ini tidak apa-apa.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, 4/288). []

SUMBER: ASY-SYARIAH

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline