Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tiga Nama Terakhir

0

Seorang profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa-mahaiswanya yang sudah berkeluarga. Salah satunya adalah Nasar.

Dia lalu meminta Nasar untuk maju ke depan papan tulis.

Professor: “Tuliskan 10 nama orang yang paling dekat dengan Anda.”

Lalu Nasar menulis 10 nama; ada nama tetangga, orangtua, teman kerja, istri, anak, saudara, dan seterusnya.

Profesor: “Sekarang silakan pilih 7 orang di antara 10 nama tersebut yang Anda benar-benar ingin hidup terus bersamanya.”

Nasar lalu mencoret 3 nama.

Profesor: “Silakan coret 2 nama lagi!”

Tinggalah 5 nama tersisa.

Profesor: “Coret lagi 2 nama.”

Tersisalah 3 nama yaitu nama: ibu, istri, dan anak.

Suasana kelas jadi hening …

Mereka mengira semuanya sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih …

Tiba-tiba profesor berkata: “Silakan coret 1 nama lagi …!”

BACA JUGA: Saat Istri Menangis, Peluklah

Nasar tertegun untuk sementara waktu. Lalu dengan perlahan ia mengambil pilihan yang amat sulit dan mencoret nama IBU-nya.

Suasana semakin hening.

Loading...

Profesor berkata lagi: “Silakan coret 1 nama lagi!”

Nasar kelihatan makin bingung …

Suasana kelas makin tegang …

Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yang terbaik …

Nasar kemudian mengangkat spidolnya dan dengan sangat lambat mencoret nama:

ANAK-nya…

Bersamaan dengan itulah Nasar tidak kuat lagi membendung air matanya, dan ia pun menangis.

Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah…

BACA JUGA: Kecantikan Istri yang Dikeluhkan Suami

Setelah suasana lebih tenang … akhirnya sang Profesor bertanya, “Kenapa Anda tidak memilih orang tua yang membesarkan Anda? Kenapa tidak juga memilih anak yang adalah darah daging Anda sendiri? Kenapa Anda memilih ISTRI? Toh istri bisa dicari lagi kan?”

Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari Nasar…

Lalu Nasar berkata lirih, nyaris tidak terdengar dan seperti tercekik: “Istri saya ada di dalam kelas ini …” []

Sumber: Artikel ini viral kami kesulitan mencari sumber utama



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline