Breaking News
bisnis ala rasulullah
Foto: bisnis.liputan6.com

Yuk Jadi Orang Paling Kaya!

Siapakah orang paling kaya? Kita tentu akan menjawabnya, “Fulan!” atau “Fulanah, dia yang paling kaya disini!” Subhanallah..

Orang paling kaya, jika diukur dengan timbangan syariat adalah orang yang paling nerima.

Nabi kita menjelaskan,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari  Muslim; dari Abu Hurairah)

Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan “qana’ah“, artinya adalah menerima dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah Ta’ala.

Berapa pun rezeki yang didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar dan tidak mengumpat.

Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa memiliki kans besar untuk menjadi orang terkaya di dunia. Ujung-ujunganya, keberuntunganlah yang menanti kita, sebagaimana janji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR. Muslim; dari Abdullah bin ‘Amr)

Dengan barometer di atas, bisa jadi org yang berpenghasilan 20 ribu sehari dikategorikan orang kaya, sedangkan orang yang berpenghasilan 20 juta sehari dikategorikan orang miskin. Pasalnya, orang pertama merasa cukup dengan uang sedikit yang didapatkannya. Adapun orang kedua, dia terus merasa kurang  walaupun uang yang didapatkannya sangat banyak. Bagaimana mungkin orang yang berpenghasilan 20 ribu dianggap berkecukupan, padahal ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya?

Ya, selain karena keberkahan yang Allah limpahkan dalam hartanya, juga karena ukuran kecukupan menurut Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebagai berikut,

   مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, & memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi; dinilai hasan oleh Al-Albani).

Dan jangan lupa, dunia ini hanya setitik dan setetes air di lautan, bahkan jika kau mencelupkan tanganmu padanya, tetesan itu akan tetap hilang. Amal shalih lah yang akan membuatmu lebih kaya dari mereka yang berharta, salah satunya qabliyah subuh yang mana nilainya lebih besar dari pada dunia dan seisinya. []

 

SUMBER: ABDULLAH ZAEN OFFICIAL

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

6 Manfaat Udang untuk Bayi

Udang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan si Kecil saat masa pertumbuhan. Namun, Anda juga harus memerhatikan reaksi alergi. Karena seperti makanan laut lainnya, udang pun dapat menyebabkan alergi.

Tinggalkan Balasan