Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Begini Panduan Berdandan Untuk Suami

0

Berdandan menjadi hal yang tidak aneh lagi bagi wanita, karena wanita identik dengan dandan. Ia ingin terlihat cantik di mata semua orang. Padahal, wanita hanya boleh memperlihatkan kecantikannya kepada suaminya saja. Nah, agar terlihat cantik di depan suami, maka Anda harus berdandan. Lalu bagaimana cara berdandan yang benar menurut syari’at Islam?

BACA JUGA: Suami Jadilah Seperti Matahari,  Istri Jadilah Seperti Bulan

Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang mukmin lebih mengambil manfaat setelah ketaqwaan kepada Allah yang baik baginya, daripada istri shalihah. Jika diperintah ia taat, jika suaminya melihatnya akan menyenangkannya,” (Ibnu Majah).

Syaikh Abdul Halim Hamid menasehati para istri, “Hendaklah sang istri menjadi ratu kecantikan dan keindahan di rumahnya, membuat keridhaan Rabbnya dan menciptakan kebahagian bagi suaminya.” Islam mengajarkan wanita muslimah agar berhias dan berdandan, memakai minyak wangi, bersolek, dan sebagainya. Tetapi dengan catatan bahwa itu semua hanya ditujukan kepada suami. Dan melarangnya, jika dilakukan untuk selain suami.

Ibnu Jauzi menjelaskan tentang berdandan seorang wanita di hadapan suaminya, katanya, “Setelah usai penciptaan dan sempurna kebagusannya, ia dituntut untuk selalu berada pada kondisi berhias dan bersih. Dengan menggunakan perangkat-perangkat kosmetika, beragam pakaian, dan aneka model dandanan yang cocok untuk selera suami.” Sedangkan Syaikh Abdul Halim Hamid memberikan beberapa nasehat untuk para istri dalam hal berdandan, hati-hatilah agar jangan sekali-kali pandangan suami jatuh pada sesuatu yang dibencinya, seperti: kotoran dan bau yang tidak sedap atau sifat-sifat yang menyebalkan. Bervariasilah dalam berdandan dan dalam menggunakan parfum, karena dalam variasi ada kesegaran dan daya tarik. Berupayalah memenuhi selera suami, meliputi: warna baju, jenis kain serta modelnya, aroma parfum, model rambut, dan lain-lain dandanan seperti celak dan pacar (pemerah kuku).

Ada seorang wanita bertanya kepada Aisyah ra. tentang pacar, maka ia menjawab, “Tidaklah mengapa, tetapi saya tidak menyukainya karena kekasihku (Nabi SAW) dahulu membenci baunya,” (Abu Dawud, Nasa’i).

Di dalam Tathul Qadir disebutkan bahwa alim ulama berkata, “Berdandannya seorang wanita dan mengharumkan tubuhnya dengan wewangian adalah faktor utama yang dapat mengokohkan bangunan cinta kasih antar suami istri, dan dapat menjauhkan perasaan benci dan enggan di antara mereka, karena mata dan hidung adalah jendela hati. Darinyalah cinta keluar. Sedang jika (suami) melihat pandangan yang menyebalkan atau sesuatu yang tidak disukai olehnya, meliputi pakaian dan dandanan istrinya, maka hal itu akan berkesan juga dalam hatinya, dan lahirlah rasa benci dan enggan pada istrinya.”

Seorang wanita shalihah juga pandai dalam memilih waktu yang tepat untuk berhias dan memakai wewangian agar dapat menarik dan memikat hati suami, di antaranya adalah: (a) Pada waktu istirahat, (b) Pada waktu bercanda dan mengobrol dengan suami, (c) Pada waktu anggota tubuh banyak dalam keadaan terbuka (sebelum Shubuh, istirahat siang, dan setelah Isya), (d) Ketika akan berjima’ dengan suami.

Namun jangan berhias dengan berlebihan. Seperti menggunakan uang terlalu banyak untuk biaya berhias, memakan waktu berjam-jam untuk berhias, dan sebagainya, karena hal tersebut termasuk dalam perbuatan mubadzir. []

SUMBER:RUMAHKELUARGAINDONESIA



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas