Breaking News
anak terlambat bicara
Foto: Klinik

Jika Mendidik Anak, Jangan Biarkan Emosi Menguasai

Orangtua memiliki peranan penting dalam mencetak generasi shalih dan shalihah. Dan tentu saja, sebagaimana buah jatuh tak jauh dari pohonnya, awal keshalihan itu harus dimulai dari orangtua dan keluarganya.

Zaman memang telah merubah sebagian manusia yang tak bisa memegang teguh agamanya, namun kita tak perlu menyalahkan zaman karena seandainya zaman itu bisa berbicara, maka zaman lah yang akan menyalahkan kita, kita lah yang tak bisa berpegang teguh pada agama.

Orangtua terkadang merasa kesal dengan prilaku anaknya yang kurang baik sebagaimana yang diajarkan. Dan seorang anak pun terkadang merasa tertekan dan tidak menyukai dunia yang sedang ia alami. Seperti halnya tingkah orangtua, terutama ibu yang berlaku keras kepadanya. Hal inilah yang membuat anak merasa tertekan dan bahkan membenci orang yang telah melahirkannya sendiri.

Hal yang biasa terlihat dalam kehidupan kita ialah seorang ibu yang begitu mudahnya memukul kepada anak, ketika anak melakukan kesalahan. Tentu saja, anak tersebut menangis dan tak mau dekat dengannya. Bahkan ironisnya, ketika sudah tahu anak tersebut menangis, sang ibu malah lebih menambah pukulannya dengan begitu keras, hingga anak tak mampu lagi menahan tangisnya.

Ternyata, mungkin karena emosi sang ibu yang tak tertahankan karena melihat tingkah anaknya yang begitu hiperaktif, maka tak jarang pula ibu yang melaknat anaknya sendiri. Perbuatan inilah yang sudah termasuk dalam kategori dosa besar. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang banyak melaknat tidak akan menjadi pemberi kesaksian dan syafaat pada hari kiamat kelak,” (HR. Muslim).

Maka dari itu, sejengkel apa pun kita menghadapi anak, kita harus bisa mengontrol diri. Jangan biarkan emosi menguasai diri Anda. Anda tak mau kan, kalau-kalau anak Anda sendiri tak mau mengakui Anda sebagai ibu.

Nah, maka dari itu, mendidik anak ke arah yang baik itulah yang harus dilakukan, bukan berarti kita menerapkan sistem kekerasan pada anak. Boleh saja kita melakukannya, tapi kita harus tahu kadarnya. Jangan sampai, pukulan itu yang tadinya membuat anak untuk mengerti, malah membuat anak semakin melunjak, hingga tingkahnya tak terkendali. Wallahu ‘alam. []

 

Sumber: 150 Problem Rumah Tangga yang Sering Terjadi/Karya: Nabil Mahmud/Penerbit: Aqwam



Artikel Terkait :

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan