Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Inilah Pemimpin Rumah Tangga yang Dirahmati

0

Laki-laki adalah pemimpin kaum wanita dan wanita adalah pemimpin terhadap apa yang ada di rumahnya. Disinilah saat seorang suami istri perlu menyatukan visi misi dan motivasinya dalam membentuk rumah tangga, salah satu yang sudah pasti jangan ditinggalkan adalah urusan ibadah.

Dan ketahuilah bahwa dalam urusan ini, keduanya harus saling memberi semangat karena pernikahan yang paling baik dan berkah adalah yang sama-sama membantu dalam urusan taat kepada Allah. Simak hadits berikut ini :

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

“Allah subhanahu wa ta’ala merahmati seorang suami yang bangun malam menegakkan shalat malam, lalu ia membangunkan istrinya hingga sang istri shalat. Apabila sang istri enggan, ia percikkan (usapkan) air ke wajahnya. Sungguh, Allah subhanahu wa ta’ala juga merahmati seorang istri yang bangun malam untuk mengerjakan shalat malam lalu ia membangunkan suaminya. Apabila sang suami enggan, ia usapkan air ke wajah suaminya.” [Riwayat Abu Daud, dalam kitab at-Tathawwu’ bab “Qiyamul Lail” no. 1308]

Beberapa Faedah Hadits;

Siapa pun yang mendapatkan kebaikan hendaknya senang apabila kebaikan itu juga diperoleh saudaranya, lebih-lebih orang yang sangat dekat dengannya, seperti istri dan anak-anaknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membimbing umatnya untuk mengerjakan shalat malam.

Anjuran agar suami istri saling membantu dalam mengerjakan shalat malam. Sampai-sampai sang istri boleh menggunakan cara terbaik untuk itu, yaitu dengan mengusapkan air ke wajah suaminya, demikian pula sebaliknya.

Dikhususkan penyebutan wajah, karena wajahlah bagian yang sangat peka sehingga lebih mudah untuk terbangun.

Disebutkannya air dalam hadits dalam membangunkan tidak berarti harus dengan air, sebagaimana Rasulullah sallaallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan Aisyah radhiallahu ‘anha dengan perkataan;

“Bangunlah engkau dan shalat witirlah, wahai Aisyah!”

Intinya, baik suami maupun istri berupaya membangunkan pasangan hidupnya dengan penuh kelembutan, dengan cara yang baik dan diridhai. []

 

Sumber: Majalah Asy syariah, Edisi 097, Tahun 2015



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline