Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Antara Majelis Taklim dan Perubahan Diri

0

Ukhti, bersyukur sekali saat ini kita dimudahkan dalam menuntut ilmu dari berbagai media dan juga majelis taklim. Para ustadz dan ulama-ulama terkenal pun tak segan berbagi ilmu di youtube maupun di mesjid-mesjid berbagai daerah. Tentu ada rasa berbeda ketika mendengarkan kajian melalui youtube atau streaming dengan mendatangi langsung ke majelis taklim. Selain itu menghadiri majelis taklim secara langsung memiliki lebih banyak keutamaan.

Jika saat ini kita telah menghadiri majelis taklim secara rutin, bahkan hari-hari kita dipenuhi jadwal taklim, bersyukurlah ukhti. Banyak diantara muslimah yang masih tidak dapat menghadiri langsung mejelis taklim untuk menuntut ilmu dikarena berbagai alasan, seperti pekerjaan ataupun kondisi di rumah.

BACA JUGA: Ukhti Sudahkah Kecanduan Menghadiri Majelis Ilmu?

Menghadiri mejelis taklim untuk menuntut ilmu, yang didalamnya dikaji tentang Alquran adalah bagian dari dzikrullah, inilah majelis yang mendapatkan naungan sayap malaikat dan bagian dari taman-taman surga.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR. Tirmidzi)

Majelis taklim yang didalamnya dikaji ayat-ayat Allah adalah termasuk halaqah dzikir. Berada dalam majelis dzikir juga menjadi sebab turunnya ketenangan dan rahmat Allah. Allah membanggakannya kepada malaikat.

Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah Subhanawu wa Ta’ala kecuali pada malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisi-Nya. (HR. Muslim)

Menghadiri majelis taklim, menghadiri taman-taman surga di dunia, tentu akan ada ilmu yang kita dapat, akan ada energi dan semangat baru yang menggelora. Layaknya gadget yang baru saja di-charge, mejelis taklim adalah charger bagi iman kita. Sepatutnyalah diri akan senantiasa menuju pada perubahan yang lebih baik.

Perubahan pada diri tentu bukan kemudian untuk menghakimi teman yang masih belum tersentuh hidayah Allah, atau berdebat kusir masalah perbedaan hilafiyah. Perubahan diri bukan lalu menjauh dari teman-teman yang kemudian tidak satu fikrah, tidak satu mahdzab, tidak satu visi baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Perubahan diri berarti dapat bersabar dalam setiap proses dan dakwah layaknya Nabi Muhammad bersabar menghadapi kaum Quraisy dengan segala hinaan dan siksaan mereka.

BACA JUGA: Perubahan Menyangkut Banyak Hal

Ukhti, sudah sepantasnya jika kita kini telah hijrah, jika kita kini telah rutin mengikuti taklim, maka minimal kita akan lebih baik dalam bergaul terhadap orang-orang terdekat kita. Kita dapat berubah lebih baik dalam komunikasi dan sikap pada suami, anak-anak dan tetangga kita. Inilah orang-orang terdekat yang seharusnya dapat menjadi indikator apakah ilmu-ilmu yang telah kita dapatkan selama menghadiri taklim telah dapat kita pahami dan amalkan. []



Artikel Terkait :
Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline