Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Hati-Hati Ukhti! Virus ini Bewarna Merah Jambu

0

Ada suatu trend baru di antara aktivis dakwah, yakni hubungan ikhwan dan akhwat yang melewati batas, masalah ini meresahkan sesama aktifis dakwah lain, bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini?

Perkembangan dunia dakwah yang semakin pesat menyebabkan dakwah diterima hampir setiap kalangan. Banyak yang berhijrah menjadi seorang ukhtifis dakwah (baca : aktifis akhwat). Hal tersebut menyebabkan kondisi kader dakwah semakin beragam tingkat kefahaman mengenai interaksi lawan jenis yang sebagaimana mestinya.

Hal tersebut dapat dipandang positif karena artinya dakwah semakin berkembang karena semakin banyaknya kader baru. Namun hal yang perlu diwaspadai dari keberagaman tersebut adalah “virus merah jambu”.

Berkembangnya berbagai metoda pendekatan dakwah dilakukan. Ada yang melalui cerpen, novel atau nasyid. Dan perlu kita ingat bahwa cerpen, novel atau nasyid yang berkembang banyak seputar kisah percintaan suci antara dua kekasih. Ini bisa menjadi salah satu penyebab berkembangnya pemikiran kader. Seharusnya media seperti itu diperuntukkan bagi objek dakwah yang masih awam, akan tetapi entah mengapa kader inti pun juga menyenangi media dakwah seperti itu. Sehingga kader khususnya akhwat mudah terjangkit baper (bawa perasaan).

Adapun pada dasarnya virus merah jambu berkembang biak akibat dua hal berikut ini,

Pertama, longgarnya tata nilai tidak tertulis terkait hubungan ikhwan dan akhwat. Terkait hubungan ikhwan akhwat, bisa dimulai dengan pembatasan waktu berkomunikasi, seperti tidak ada hubungan komunikasi (kecuali darurat) antara ikhwan dan akhwat diantara pukul 21.00 s.d subuh, atau terkait hijab saat bertemu dan rapat, atau pencegahan sms yang tidak penting (bahkan sms berisikan tausiyah juga bisa menjadi masalah). Memang diperlukan ketegasan di sisi pemimpin dakwah agar tata nilai ini bisa berjalan, akan tetapi untuk lembaga dakwah yang sangat terbuka dan heterogen memang perlu kebijakan khusus karena salah kebijakan dapat membuat kader antipati dengan dakwah itu sendiri.

Kedua, lemahnya ukhwah diantara kader. Mengapa demikian karena virus merah jambu ini terjadi akibat lemahnya ukhuwah antar sesama gender. Sehingga dakwah silang cenderung dinilai efektif namun rawan menimbulkan virus merah jambu. Para akhwat lebih senang curhat kepada kader ikhwan. Begitu pun sebaliknya ikhwan begitu gencar menanyakan perkembangan kader dakwah akhwat. Sedangkan ketika diajak memperhatikan sesamanya banyak yang beralasan “sulit diajak”.

Kedua hal dasar tersebut perlu menjadi perhatian setiap kader dakwah. Perlu ada ketegasan untuk menghindarinya virus berbahaya ini. Sebab jika kader sudah terkena virus merah jambu. Kondisi dakwah menjadi tidak profesional lagi. Diwarnai banyak perasaan. Dan pada akhirnya tujuan dakwah sesungguhnya akan terkesampingkan. []

Redaktur : Karisa P.Yeli



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline