Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Tempat Tinggal untuk Orang Bertakwa

0

Surga, kampung halaman yang setiap orang ingin pulang padanya. Lalu untuk siapa Surga itu?

Allah Ta’ala berfirman:

۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,”* (Q.S. Ali ‘Imran, 3:133).

Pada ayat ke-133 surat Ali Imran ini, Allah memerintahkan kaum mukminin agar bersegera meraih ampunan-Nya dan menggapai surga-Nya. Allah telah menyediakan surga yang luasnya seluas langit dan bumi tersebut bagi orang yang bertakwa (muttaqin) .(Taisirul Karimir Rahman)

Empat Amalan Menuju Takwa

Pertama: Menginfakkan hartanya dalam kondisi bagaimanapun.* Sebagaimana yang Allah firmankan (artinya), “(yaitu) Orang-orang yang menafkahkan (menginfakkan hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (Ali Imran: 134)

Kalau sedang lapang, berinfak barangkali bukan sesuatu yang memberatkan. Lantas bagaimana dengan berinfak dalam kondisi sedang sempit? Menurut asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’di, orang-orang yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang-orang yang tetap berinfak dalam keadaan sulit (sempit) maupun mudah (lapang). Ketika sedang mudah dan lapang, ia berinfak sebanyak-banyaknya dan ketika sedang sulit (sempit), ia tidak meremehkan amal kebajikan apapun, walaupun sedikit. (Lihat Taisirul Karimir Rahman)

Kedua: Mampu Menahan Amarah. Sebagaimana firman Allah (artinya), “Dan orang-orang yang menahan amarahnya.” (Ali Imran: 134)

Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa barangsiapa yang bisa menahan amarahnya, padahal ia mampu untuk melampiaskannya, *maka ia akan dipanggil oleh Allah di hadapan makhluk pada hari kiamat nanti, lalu Allah pilihkan untuknya bidadari yang ia inginkan*. (Lihat Sunan Abu Dawud hadits no. 4147 dan Sunan at-Tirmidzi hadits no. 1944)

Ketiga: Memaafkan Orang Lain. Sebagaimana firman-Nya (artinya), “Dan memaafkan (kesalahan) orang.” (Ali Imran: 134)

Sikap memaafkan bukanlah sikap yang mendatangkan kerugian. Bahkan Allah telah berjanji akan menanggung pahala bagi siapa saja yang mau memaafkan orang lain. Allah berfirman (artinya), “Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (asy-Syura: 40)

Selain itu, sikap berlapang dada dan memberikan maaf kepada orang lain merupakan salah satu sebab datangnya ampunan Allah.

Berat rasanya memberikan maaf kepada orang yang berbuat salah kepada kita. Tetapi memang demikianlah, surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang tidak disukai. Barangsiapa yang ingin masuk surga, pasti ia akan melewati berbagai rintangan dan hal-hal yang tidak sejalan dengan kemauan hawa nafsu.

Keempat: Ingat Kepada Allah dan Bersegera Memohon Ampun Ketika Berbuat Dosa. Hal ini sebagaimana yang Allah firmankan (artinya),

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka.” (Ali Imran: 135)

Loading...

Bersegera memohon ampun apabila berbuat dosa merupakan salah satu sikap yang menunjukkan tanda kebahagiaan hidup seseorang. Tidak ada seorang pun yang bersih dan terjaga dari dosa (kecuali rasul-pen). Namun Alhamdulillah Allah telah membuka pintu taubat. Sehingga wajib atas setiap hamba untuk bersegera bertaubat tatkala terjatuh ke dalam perbuatan dosa. Namun apabila ia tidak bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, maka ini merupakan tanda kesengsaraan hidup. (Syarh al-Qawaid al-Arba’, asy-Syaikh Shalih al-Fauzan).

Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita agar dimudahkan dalam menempuh usaha menuju takwa sehingga kita semua masuk syurga seluas langit dan bumi. Aammiin Yaa Rabbal ‘Alamin. []

 

Sumber: Buletin al-ilmu



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline