Breaking News
Foto: The Odyssey Online

Suamiku, Mengapa Kau Tak Menulis Kekuranganku?

Suami istri adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Tapi di zaman sekarang banyak rumah tangga yang hancur dan pasangan yang bercerai. Mengapa terjadi demikian? Ya, karena mereka tidak mencintai karena Allah. Kebanyakan sekarang pasangan itu mencintai karena kedudukan dan hartanya saja. Agar kita dapat melakukan hubungan yang baik dengan pasangan hidup kita, silahkan ikuti kisah suami istri berikut.

Sepasang suami istri sedang makan malam bersama di rumah. Mereka adalah pengantin yang baru menikah dua bulan. Di tengah makan malam mereka, sang istri membuka pembicaraan.

Istri: “Suamiku sayang, bolehkah aku melakukan usul?”

Suami: “Boleh istriku sayang, silahkan!”

Istri: “Saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing-masing di kertas kosong. Agar kita bisa saling intropeksi diri. Tapi janji, tidak ada yang boleh tersinggung. bagaimana sayang?”

Suami: “Baik istriku, insya Allah,” sambil tersenyum manis.

Sang istri kemudian pergi mengambil dua lembar kertas kosong dan pulpen.

Lima belas menit kemudian.

Istri: “Sayang saya sudah selesai menulisnya. Apakah engkau juga sudah selesai?”

Suami: “Iya, saya juga sudah selesai!”

Istri: “Baiklah, sekarang tukar kertas kita masing-masing. Jangan ada yang dibuka dulu. Nanti dibaca secara terpisah setelah saya membereskan makan malam ini!”

Suami : “iya sayang!” sambil kecup istri.

Si istri mulai membereskan makan malam dan suami lantas pergi ke kamar tidur. Beberapa saat kemudian istri kirim sms kepada suami. “Suamiku, sekarang saya sudah selesai. Silahkan buka kertasnya dan baca tulisannya di kamar, saya akan membacanya di dapur.”

Sang suami langsung membuka kertas dan membacanya. Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya. Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas.

Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar.

Istri : “Bagaimana suamiku, engkau telah membacanya?”

Loading...

Suami: “Sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu, maafkan aku,” air matanya semakin deras mengalir.

Istri: “Iya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu? Padahal aku telah menulis segala kekuranganmu.”

Suami: “Wahai istriku tercinta, tahukah engkau? Aku mencintaimu apa adanya sehingga aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu Allah menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku. Aku mencintaimu karena Allah wahai istriku,” sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri.

Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya. []

Artikel ini viral di media sosial dan blog. Kami kesulitan menyertakan sumber pertama



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan