Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Membuat Allah Gembira

0

Selain sebagai dzikir dan bentuk pertaubatan, istighfar pun memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَاسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ

Dan Beristighfarlah kepada Tuhan kalian kemudian Bertaubatlah kepadaNya sesungguhnya Tuhanku Maha Pengasih lagi Penyayang (Q.S Huud : 90).

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sesungguhnya Allah Mencintai Orang-orang yang selalu Bertaubat dan Mencintai Orang yang Mensucikan Dirinya (Q.S al-Baqoroh : 222).

Rasulullah Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda :

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلَاةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ

Sungguh-sungguh Allah Sangat Gembira terhadap Taubat seorang Hambanya ketika Bertaubat, Lebih Gembira dibandingkan Seseorang yang Berkendara di Padang pasir luas, kemudian ia Terpisah dari Hewan tunggangannya, padahal pada Hewan tersebut terdapat Makanan dan Minumannya. Kemudian ia Putus asa mencarinya sehingga Mendatangi sebuah pohon dan berbaring di bawah naungan pohon tersebut. Ketika dalam keadaan demikian, tiba-tiba hewan tunggangannya berdiri di dekatnya. Kemudian ia pegang tali kekangnya sambil berkata karena saking Gembira: Ya Allah Engkau adalah Hambaku dan aku adalah Tuhanmu. Dia salah Mengucapkan karena Saking gembiranya.

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala lebih gembira dibandingkan kegembiraan seseorang itu Ketika hambaNya bertaubat.

Para Ulama menjelaskan bahwa Kegembiraan Allah tersebut bukan karena Allah butuh terhadap taubat hamba. Allah tidak butuh dengan apapun. Namun, Allah lebih suka untuk memberikan RahmatNya dibandingkan mengadzab.

Dalam Hadits Qudsi dinyatakan :

إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي

Sesungguhnya RahmatKu Melampaui (Lebih dominan dibandingkan) KemurkaanKu (H.R al-Bukhari). []

 

Sumber: Buku “Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat.”



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline