Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Muslimah Memakai Wewangian? Ini Rincian Hukumnya!

0

Kita mungkin sudah memahami diantara adab wanita muslimah ketika keluar dari rumah adalah tidak menggunakan wewangian. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا اسْتَعْطَرَتْ الْمَرْأَةُ فَمَرَّتْ عَلَى الْقَوْمِ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِيَ كَذَا وَكَذَا قَالَ قَوْلًا شَدِيدًا- يَعْنِي : زَانِيَةً

“Jika seorang wanita menggunakan wewangian lalu melewati komunitas lelaki agar tercium baunya, maka dia begini  dan begitu, yaitu pelacur.” (HR Abu Daud dan disahihkan oleh Syaikh Al Albany didalam Shahih At Tirmidzi).

Namun wewangian bagi wanita adalah sebuah keindahan, oleh karenanya, perlu dirinci hukum wanita memakai wewangian, agar tidak terjatuh dalam hal yang keliru.

Para ulama membagi hukum wanita menggunakan wewangian menjadi beberapa keadaan.

Keadaan pertama:

Menggunakan wewangian untuk suaminya di rumahnya.

Hal diatas adalah perkara yang dianjurkan, justru memberikan pengaruh yang sangat kuat didalam menjalin hubungan suami istri.

Al- Imam Al-Munawi rahimahullah mengatakan:

“Berhias dengan wewangian dihadapan Suami adalah perkara yang sangat baik. Berkata sebagian ulama: Berhiasnya wanita dihadapan suaminya adalah sebab yang sangat kuat didalam membangun keharmonisan rumah tangga, karena mata adalah penggerak hati, jika dirinya terlihat indah dimata suaminya, maka akan mendorong kecintaan dihati suami.” (Faidhul Qadhir 1/355)

Keadaan kedua:

Menggunakan wewangian untuk dicium wanginya oleh lelaki yang bukan mahram, ini hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Bahkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mensetarakan dengan pelacur, yang maknanya adalah wanita tersebut menjadi sosok yang mendorong lelaki untuk terjatuh dalam perzinahan. Bukan makna pelacur secara hakiki, namun secara majas.

Termasuk didalam keadaan kedua ini, wanita yang menggunakan wewangian dan dia tahu bahwa dirinya akan melewati kerumunan lelaki yang bukan mahram. Dan ini terlarang.

Keadaan ketiga:

Dirinya menggunakan wewangian secara wajar, dan tidak keluar untuk melewati kerumunan lelaki, hanya saja dari mobil kemobil dan kerumah,

Berkata Syaikh Bin Baz rahimahullah:

Loading...

“Boleh bagi wanita untuk mengenakan weangian jika dirinya keluar keperkumpulan wanita, dan tidak melewati lelaki yang bukan mahramnya.” (Fatawa Bin Baz 10/40)

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata:

“Jka wanita menaiki kendaraan, dan tidak tercium bau wewangiannya kecuali yang boleh menciumnya dari mahramnya, dan dia akan turun dengan cepat ditempat kerjanya, tanpa melewati lelaki yang bukan mahramnya, maka ini tidak mengapa. Namun jika dirinya mengetahui akan melewati kerumunan lelaki, maka tidak boleh untuk menggunakan wewangian.” (Jalsah ramadhaniyyah Tahun 1415 H Majlis kelima).

Termasuk didalamnya jika wanita tersebut menggunakan wewangian dirumahnya, lalu kedatangan lelaki yang bukan mahramnya untuk menemui ayahnya, lalu tercium wewangian yang dia gunakan, Insya Allah tidak mengapa, walaupun sebaiknya dirinya menghindar dengan memasuki kamar dia.

Maka penggunaan hand body yang wajar, dan tertutup, Wallahu A’lam tidak mengapa jika tidak tercium oleh lelaki yang bukan mahramnya. []

 

Sumber: Almisk



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline