Breaking News
Foto: Pinterest

Pemuda Rajin Shalat Tarawih Namun Jarang Shalat Subuh di Mesjid

Kita sering melihat pemuda-pemuda rajin tarawih di mesjid, namun jarang sekali shalat subuh di mesjid? Entah karena ketiduran setelah sahur atau memang malas.

Shalat wajib bagi laki-laki yang terbaik adalah di mesjid. Entah mengapa saat ini perhatian para kaum laki-laki akan hal ini masih kurang. Ketika tarawih, mesjid ramai baik oleh orang dewasa, orang tua bahkan hingga anak-anak kecil. Namun, ketika shalat subuh, lelaki terutama para pemuda yang ke mesjid masih sangat sedikit. Tidakkah kita pernah mendengar hadits bahwa yang wajib seharusnya didahulukan dari yang sunnah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa memerangi wali-Ku, maka Aku akan memeranginya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari, no. 2506)

Berdasarkan hadits di atas, Abu Hurairah mengatakan bahwa amalan sunnah (nafilah) tidaklah didahulukan dari yang wajib. Karena amalan sunnah disebut nafilah berarti tambahan dari amalan wajib. Siapa yang tidak menunaikan yang wajib, maka ia tidak mendapatkan nafilah (tambahan). Siapa yang memperhatikan ibadah yang wajib, lalu ia tambah dengan nafilah (ibadah sunnah) lantas ia rutinkan, maka itulah yang disebut mendekatkan diri kepada Allah. Perkataan Abu Hurairah ini dinukilkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fath Al-Bari ketika menjelaskan hadits di atas.

Imam Malik dalam Al-Muwatha’ (270) meriwayatkan dari Abu Bakr bin Sulaiman bin Abi Hatsmah. ‘Umar bin Al-Khatthab suatu saat tidak melihat Sulaiman bin Abi Hatsmah dalam shalat Shubuh. Pada pagi harinya, ‘Umar pergi ke pasar. Rumah Sulaiman berada antara pasar dan Masjid Nabawi. Ketika itu ‘Umar lewat dan bertemu dengan ibunya Sulaiman yang bernama Asy-Syifa’. ‘Umar lantas bertanya kepada ibunya, “Kenapa sampai Sulaiman tidak hadir shalat Shubuh?” Ibunya menjawab, “Semalam Sulaiman bangun shalat malam lantas ia tertidur setelah itu.” ‘Umar lantas berkata,

لَأَنْ أَشْهَدَ صَلَاةَ الصُّبْحِ فِي الْجَمَاعَةِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَقُومَ لَيْلَةً

“Menghadiri shalat Shubuh berjamaah lebih aku sukai daripada aku berdiri melaksanakan shalat Lail (shalat malam).”

Renungkanlah wahai para pemuda, jika engkau bersemangat dengan tarawih shalat sunnah dengan rakaat yang banyak, mengapa malas sekali melangkah di waktu subuh untuk yang wajib? []

Sumber : rumaysho.com



Artikel Terkait :

About Wini

Check Also

HP, Menggerus Remaja

Jikapun yang mereka bicarakan, tak lupa juga lebih banyak membahas tentang fitur HP yang canggih dan terbaru.

Tinggalkan Balasan