Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Ketentuan dan Batasan Muslimah di Bulan Ramadhan

0

Pertanyaan : Apa ketentuan/batasan yang wajib wanita kaum muslimin komitmen dengannya di bulan yang mulia ini?

Jawaban : Ketentuan/batasan yang wajib bagi para wanita muslimah untuk komitmen dengannya di bulan yang mulia ini, antara lain :

1. Menunaikan ibadah puasa dengan sempurna dibulan tersebut, karena hal itu termasuk salah satu dari rukun islam. Dan apabila ia mengalami keadaan yang menghalanginya untuk berpuasa, seperti haid dan nifas, atau yang membuat ia berat untuk berpuasa, seperti sakit, perjalanan, hamil dan menyusui, maka ia boleh berbuka (tidak berpuasa) jika mengalami salah satu dari udzur tersebut, disertai dengan niat untuk menggantinya pada hari yang lain.

2. Kontinyu didalam berdzikir kepada Allah, baik bentuknya membaca al-qur’an, tasbih (subhanAllah), tahlil (La Ilaha Illallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), mengerjakan sholat yang wajib dan memperbanyak sholat sunnat selain pada waktu-waktu yang terlarang.

3. Menjaga lisan dari ucapan yang diharamkan, seperti ghibah, mengadu domba, dusta, mengejek dan mencela, menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan seperti film-film yang mengumbar nafsu, gambar-gambar yang melalaikan dan memandang lelaki dengan nafsu syahwat.

4. Tetap tinggal dirumah, dan tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan/keperluan. Dan jika keluar rumah hendaknya menutupi auratnya, keluar bersama dengan kerabat atau kelurganya, menghiasi diri dengan perasaan malu, tidak bercampur baur dengan para lelaki, tidak pula berbicara (tanpa ada kebutuhan) kepada para lelaki baik langsung ataupun melalui telpon. Allah berfirman :

َّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا

“Maka janganlah kamu merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik”.[QS. Al-Ahzab : 32].

Sebahagian, atau bahkan banyak kaum wanita yang menyelisihi adab-adab syar’i, baik diramadhan ataupun dibulan lainnya, sebagaimana mereka keluar ke pasar-pasar dan pusat perbelanjaan dengan memakai perhiasan lengkap, wewangian, dan tidak menutup auratnya sebagaimana yang seharusnya mereka lakukan, bercanda ria dengan para wanita yang tertipu, menyingkap wajah-wajah mereka, atau memakai pakaian yang tidak menutupi aurat, menyingkap lengan-lengan mereka, hal itu diharamkan, bahkan mengundang fitnah, dosanya lebih besar tatkala ramadhan, karena kemuliaan bulan ini.

 

Dijawab oleh: Al-Allamah, DR. Sholih bin Fauzan hafidzahullah

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14891



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline