Breaking News
Foto: Tukang Teori

Ukhti, Jaga Lisanmu

Sebagai wanita yang dikenal memiliki “banyak mulut”, perlu kita cermati di banyak Ayat Al-Qur’an juga hadits-hadits shahih, yang mana ketika berbicara maka kita harus tahu akan ada pertanggungjawabannya.

Imam an-Nawawi mengingatkan kita,

Sepatutnya setiap orang mukallaf menjaga lisannya dari seluruh perkataan, kecuali ucapan yang jelas menampakkan kemaslahatan.

Manakala berbicara dan diam seimbang kemaslahatannya.

Maka berdasarkan petunjuk Sunnah, lebih baik menahan diri dari berbicara. Karena perkataan yang mubah bisa menyeret kepada perkataan haram atau makruh. Bahkan itu sudah banyak terjadi atau biasa. Dan keselamatan tidak terukur harganya. [Lihat al Adzkar, halaman 284]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Syaikh Husain al ‘Awaisyah berkata:

“Betapa indah lisan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak mengeluarkan kecuali ucapan yang baik.

Lihatlah kepada lidah-lidah kita, berapa banyak dosa yang telah ia bukukan? Betapa sering kita mengatakan “Uh” yang begitu dihindari oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan seolah-olah kita tidak bisa hidup tanpa kehadirannya.” [Hashaidul-Alsun, Husain al ‘Awaisyah, Darul Hijrah, Cetakan I Tahun 1412 H / 1992 M, halaman 15-16]

Demikian ukhti, semoga bermanfaat dan lisan kita lebih terjaga. []

 

Sumber: Grup Dakwah Permata Sunnah

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan