Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Agar Traveling Tak Sekedar Bersenang-Senang

0

Hobi traveling? Sepertinya hampir semua orang menyukai berjalan-jalan ya, terlebih ke tempat-tempat indah yang belum pernah di kunjungi. Dengan siapa biasanya kita traveling? Keluarga, pasangan atau teman? Tahukah bahwa traveling atau bepergian juga merupakan salah satu perintah Allah. Dan traveling bisa bernilai ibadah serta mendapat pahala, sehingga bukan hanya bersenang-senang yang kita dapat.

Travelling atau bepergian adalah perintah Allah seperti dalam Quran surat Al Mulk,

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” Jelas sekali, Allah memerintahkan umat Islam untuk menjelajahi Bumi. (QS. Al Mulk: 15)

Dalam Quran Surat Quaisy pun menceritakan tentang kebiasaan bangsa Quraisy dalam bepergian.  Bepergian dalam Islam ada dua istilah safar dan rihlah. Rihlah atau traveling adalah bagian penting dari proses pembelajaran.

Di masa awal penyebaran Islam, bepergian adalah salah satu anasir yang menyebabkan Islam tersebar luas. Makam Saad bin Abi Waqqas yang terdapat di Cina adalah salah satu contoh giatnya para sahabat berpergian untuk menyebarkan Islam.

Bahkan, jauh sebelum Saad bin Abi Waqqas pergi ke Cina, dan Imam Bukhari keliling dunia memverifikasi hadits, Rasulullah saw juga telah melakukan berbagai perjalanan jauh untuk berdagang. Kisah-kisah ini adalah bukti bahwa seorang Muslim sudah seharusnya memiliki wawasan global.

Pada masa-masa selanjutnya, kegiatan bepergian juga menjadi kunci majunya ilmu pengetahuan Islam. Lihatlah bagaimana proses pembuatan kitab “Sahih Bukhari”, Imam Bukhari kerap melakukan perjalanan yang sangat jauh ‘hanya’ untuk memverifikasi satu hadist pendek. Padahal kitab tersebut memuat ribuan hadits. Tak terbayangkan berapa orang yang ia jumpai dan berapa jauh perjalanan yang ia lakukan. Sampai-sampai Imam Khatib Al Baghdadi, seorang ulama salafusshalih, menyusun kitab yang khusus membahas ‘perjalanan’ hadits-hadits tersebut, yaitu Al Rihlah Fii Thalabil Hadits (Perjalanan Mencari Hadits).

Traveling memiliki keutamaan apabila diniatkan karena Allah. Apa saja keutamaan bepergian? Ada banyak keutamaan, di antaranya, bertambah ilmu dan wawasan, menambah silaturahim, menambah rezeki, dan banyak lagi. Selain itu jika dilakukan secara kolektif, bepergian bersama akan mempererat ikatan ukhuwah.

Bahkan berdasarkan beberapa hadits Nabi saw, dari tujuh golongan manusia yang doa mereka mustajab di sisi Allah, di antaranya adalah doa seorang musafir sampai ia kembali dari perjalanannya.

Nah, agar traveling kita tidak sekedar liburan dan bersenang-senang, niatkanlah untuk beribadah dan dapatkanlah ilmu dan wawasan  atau  menjalin ukhuwah yang baik saat kita bepergian ke tempat-tempat wisata. []

Sumber: ummi-online



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline