Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Menata Malam Pengantin Baru

0

 

Oleh: Muhammad Nuh

Malam pertama untuk pasutri baru merupakan momen yang sangat diidam-idamkan semua orang. Karena di situlah, bukan sekadar halalnya hubungan pria wanita, tapi merupakan peletakan batu pertama bangunan rumah tangga baru keluarga muslim.

Inilah pentingnya momen malam pertama. Terlebih untuk pasangan yang melalui masa pranikahnya tanpa proses pacaran sama sekali: datang jodoh, langsung jadi. Tentu bukan karena ‘kecelakaan’ lho.

Karena itu, tips untuk mereka yang akan melalui atau ingin mengulang malam pengantin baru menjadi sangat perlu. Salah-salah, malam pertama bukan menjadi peletakan batu pertama, justru menjadi peletakan teror pertama.Naudzubillah.

Berikut ini tips yang mungkin bisa menjadi pengayaan untuk pasutri baru. Antara lain:

a. Siapkan niat ikhlas karena Allah

Apa pun yang diniatkan tulus karena ingin mendapat ridha Allah, insya Allah akan meraih banyak berkah. Begitu pun di malam pertama. Niatkan dalam hati kita untuk melangkah di tangga pertama perjalanan rumah tangga semata-mata karena Allah. Bukan sekadar karena pembuktian cinta, apalagi hanya pelampiasan syahwat semata.

Niat ikhlas ini akan menjadikan kita mendapatkan sudut pandang terhadap pasangan kita menjadi luas. “Allah sudah menganugerahkan dia menjadi pasangan saya. Saya akan berusaha untuk menunaikan amanah ini sebaik-baiknya.” Begitulah kira-kira keluasan sudut pandang kita.

Kalau nantinya, setelah kita melalui hal-hal yang belum kita lakukan terhadap pasangan kita di momen sebelumnya, akan kita jumpai sifat-sifat kemanusiaannya. Sifat-sifat yang mungkin di luar dugaan kita.

Saat itulah, keluasan sudut pandang terhadap pasangan kita akan menjadi benteng untuk kita tetap cinta. Karena Allah telah memilihkan dia untuk saya. Saya ikhlas menerima apa adanya.

Allah swt. berfirman dalam surah An-Nisa ayat 19, “….Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.”

b. Bersih-bersih dan Berhias

Sebagian orang mungkin terlupa dengan yang satu ini. Karena sudah sedemikian ‘semangat’nya, hingga lupa untuk mandi, berwangi-wangian, dan berhias. Padahal, mungkin mandi yang telah kita lakukan sudah lebih dari sepuluh jam yang lalu. Sayang kan momen termahal dalam hidup kita terlewati tidak dengan cara istimewa.

c. Shalat sunnah dan berdoa bersama

Alangkah indahnya jika setelah bersih dan bersuci, momen terindah dalam hidup kita diawali dengan ketundukan dan doa kepada Allah swt. melalui shalat dan doa bersama. Bisa dengan niat shalat witir atau bagian dari shalat sunnah qiyamul lail.

Loading...

Setelah shalat, panjatkan doa yang hanya didengar oleh pasutri baru itu. Lakukan dengan khusyuk. Kalau belum fasih dengan bahasa Arab, bisa dengan bahasa Indonesia, atau bahasa daerah kita.Yang penting adalah kekhusyu’annya.

d. Dahulukan dengan bercengkrama

Bersuami isteri adalah pertemuan dua insan yang terikat cinta. Bukan dua ‘benda’ yang digerakkan ‘mesin’ cinta. Karena itu, sikapilah pasangan kita sebagai insan yang butuh sapaan, kerendahan hati, sentuhan lembut, dan tentu saja saling mengenal dan memahami.

Terlebih untuk pasutri baru yang tanpa proses pacaran sama sekali. Mereka baru saling kenal secara utuh, bahkan baru berani saling menatap wajah satu sama lain.

Langkah bercengkrama bisa diawali dengan bercerita tentang keluarga masing-masing, hobi, dan hal-hal lain yang tidak tergolong tema berat. Jangan sekali-kali berdiskusi tentang poligami. Walaupun dari sudut pandang Islam.

e. Awali hubungan suami isteri dengan doa yang diajarkan Rasulullah saw.

Teramat penting untuk kita untuk menghafal doa yang diajarkan Rasulullah ketika ingin melakukan hubungan suami isteri. Jika tidak bisa dihafal, bisa dengan membaca melalui secarik kertas atau buku referensi. Insya Allah, karena seringnya membaca akan menjadi hafal.

Doa ini berisi permohonan kepada Allah swt. agar hubungan biologis suami isteri terlindung dari ‘intervensi’ setan. Dan memohon agar Allah memberi keberkahan dari yang kelak akan dihasilkan dari hubungan ini. Wallahu a’lam bishawab. []



Artikel Terkait :
Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline