Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ramadhan Tiba, Jangan Sampai Hilang Kesempatan Meraih Pahala Berlipat Melalui Amalan Ini

0

Bulan Ramadhan sebentara lagi kan tiba. Inilah tamu yang dinanti-nanti umat muslim. Bulan penuh berkah yang sangat istimewa. Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah karena pahala dari amalan-amalan biasa yang berlipat. Kita tentu tak ingin melewatkan kesempatan mendapatkan pahala berlipat ini. Berikut adalah amalan-amalan dengan pahala berlipat di Bulan Ramadhan.

Qiyamul lail

Shalat malam atau qiyamul lain adalah ibadah shalah sunnah yang paling utama setelah shalat wajib. Dan di Bulan Ramadhan ini Allah beri pahala yang sangat istimewa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari, no. 37 dan Muslim, no. 759)

Sedekah

Sedekah merupakan suatu amalan yang selalu dianjurkan oleh Nabi kepada para sahabatnya. Bersedekah di Bulan Ramadhan sungguh sangat istimewa. Dalam shahihain, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari, no. 3554; Muslim no. 2307)

Tilawah Al-Qur’an

Tentu sudah pernah mendengar bagaimana para ulama mengkhatamkan bacaan Alquran di Bulan Ramadhan. Tak mungkin mereka sampai bersengaja mengkhatamkan Alquran ada yang 1 hari ada yang 1 hari 2 kali, jika bukan karena manfaat dan pahala yang Allah janjikan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ يَعْرِضُ عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ، فَعَرَضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِى الْعَامِ الَّذِى قُبِضَ ، وَكَانَ يَعْتَكِفُ كُلَّ عَامٍ عَشْرًا فَاعْتَكَفَ عِشْرِينَ فِى الْعَامِ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ

“Jibril itu (saling) belajar Al-Qur’an dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap tahun sekali (khatam). Ketika di tahun beliau akan meninggal dunia dua kali khatam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pula beri’tikaf setiap tahunnya selama sepuluh hari. Namun di tahun saat beliau akan meninggal dunia, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari, no. 4998)

I’tikaf

Beberapa tahun belakangan ini, setiap 10 hari Ramadhan mesjid-mesjid besar membuat program i’tikaf dengan mengundang ulama-ulama yang mumpuni. Selain itu dengan banyaknya lembaga tahfidz, i’tikaf pun menjadi semarak dengan adanya para Qari hafidz dengan program pelaksanaan tarawih atau qiyamul lain satu hari satu juz bahkan lebih. Dalam hadits muttafaqun ‘alaihdisebutkan,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ

Loading...

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. (HR. Bukhari, no. 2025; Muslim, no. 1171)

Mengenati aturan i’tikaf disebutkan dalam ayat,

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri’tikaf dalam masjid“(QS. Al-Baqarah: 187).

Umrah Ramadhan

Sungguh berbahagia bagi mereka yang diberi kesempatan untuk dapat umrah Ramadhan. Kenikmatan melaksanakan umrah di tanah suci tentu akan sulit dilukiskan. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampernah bertanya pada seorang wanita, “Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”

Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya–ditunggangi suami dan anaknya–. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari, no. 1782; Muslim, no. 1256)

Buatlah target dan lakukanlah satu-dua amalan dari amalan-amalan diatas secara rutin selama Ramadhan. Alhamdulillah jika kita pun bisa melaksanakan amalan yang terakhir yaitu umrah di bulan Ramadhan. []

Sumber: Rumaysho.com



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline