Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukhti, Hati-hati dengan 2 Perkara yang Menyebabkan Malas Ini

0

Rasa malas sering menghinggapi? Hati-hatilah ukhti, mungkin saja ada dua perkara yang membuat diri kita menjadi sering dihinggapi rasa malas. Malas biasanya muncul karena kejenuhan, tetapi jika setiap hari jenuh, dan setiap hari menjadi lalai dalam mengerjakan ibadah-ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah, maka mungkin saja rasa malas ini disebabkan oleh dua perkara ini:

1. Maksiat

Bermaksiat terhadap Allah, biasanya ketika perkara-perkara kecil sering kali kita tidak menyadarinya. Tetapi sesuatu hal yang kecil yang dilakukan terus berulang akan seperti satu titik yang kemudian melebar menjadi noda yang besar.

Dosa maksiat yang dilakukan oleh diri kita akan membuat tubuh ini berat melaksanakan ibadah, pikiran dan hati pun akan gelisah dan tidak menemukan kenikmatan ketika beribadah, jadi sekalipun melakukan ibadah, maunya buru-buru selesai.

Mari kita cek maksiat yang bisa dilakukan oleh anggota tubuh kita, mata berpotensi melakukan maksiat dengan melihat sesuatu yang diharamkan. Telinga kita, berpotensi maksiat dengan cara mendengar hal-hal yang tak diperkenankan oleh Allah. Misalnya mendengar ghibah, kata-kata makian, perkataan dusta, astaghfirullah… mungkin sering banget kita melakukan hal ini. Pantas saja sulit meneteskan air mata ketika mendengar lantunan ayat quran.

Lalu mulut kita, sering bermaksiat membicarakan keburukan orang lain, berkata jorok/ vulgar, menyakiti perasaan orang lain, bagaimanakah kita rajin beribadah ketika setiap anggota tubuh kita banyak melakukan maksiat dan lisan kita jarang beristighfar.

Kalau dibiasakan terus-menerus melakukan maksiat, akibatnya kita akan merasa sangat berat melakukan kebaikan, ibadah wajib maupun sunah.

2. Makanan haram

“Dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar. (QS. 18: 100-101)

Makanan haram juga bisa menjadi penyumbat organ tubuh kita dalam melakukan ketaatan pada Allah. Ingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan didistribusikan sari-sarinya melalui peredaran darah ke seluruh tubuh, ketika makanan haram sampai ke telinga, maka telinga kita ogah mendengar lantunan ayat, ketika sampai ke mata, mata kita sulit menolak memandang hal yang haram dipandang.

Bagi seorang muslim selain halal tingkat selanjutnya adalah thayib, jika kita telah memastikan makanan itu halal, maka selanjutnya kita harus dapat memastikan makanan yang masuk dalam tubuh adalah makanan yang baik dan dapat menunjang ibadah kita. []

Sumber: ummi-online

 



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline