Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Akhwat Shalihah Harus Mampu Memahami Ini

0

Oleh: Abu Saif Kuncoro Jati

Para isteri sering merasa khawatir ketika ia merasakan bahwa dirinya tidak cantik. Kekhawatirannya disebabkan oleh ketakutan akan kondisi dimana suaminya tidak mencintainya lagi. Karena itu, ia akan berusaha mati-matian mempercantik dirinya. Kadang, dengan segala cara.

Jika seorang perempuan menghabiskan waktu dan uangnya untuk belanja kosmetik yang mahal-mahal dan bermacam-macam; melakukan manicure, pedicure, creambath, dan facial berjam-jam; melakukan senam aerodik dan diet ketat hingga malam-malam; maka efektivitas dari aktivitasnya itu mungkin hanya beberapa jam atau kurang dari sepekan. Namun, dengan menggunakan metode yang lebih ampuh dan dahsyat berikut (afwan..rada lebay), pesona kecantikan seorang perempuan dapat merona sepanjang matahari jingga masih terbenam di ufuk barat.

Untuk mencerahkan pesona keperempuannya, ia harus memahami beberapa hal ini.

Pertama, kekuatan spiritual ruhiyah. Nah, dengan melakukan ritual ibadah yang benar sesuai tuntutan agama dan dukungan kuantitas serta kuantitas ritual ibadah tersebut, seorang perempuan akan memancarkan pesona karakter ketuhanan dari dalam dirinya. Wudhu yang membasuh kulit akan memberikan kekuatan cahaya pada fisik dan psikisnya. Kesegaran air yang dingin menjaga dan membangkitkan semangat di dalam jiwanya. Shalatnya memberikan kekuatan otak untuk dapat bekerja secara optimal. Shadaqah dan shalat dhuhanya akan melancarkan rezekinya dari dalam bumi dan langit.

Shalat tahajudnya membingkai karakter, kekuatan, serta isi perkataan dari lisannya. Shalat fajar dan shubuhnya menjadikan penglihatan, pendengaran, dan perasaannya sebagai cahaya. Tilawah Al Qur’an-nya menenangkan perasaan dan aspek-aspek psikologis lainnya, serta mampu mengusir gangguan dari berbagai makhluk halus. Puasanya akan mencerahkan, menundukkan, dan membeningkan pandangan jeli matanya. Tentu saja kesemua itu merupakan aspek integral yang mampu menjadikannya pesona cahaya .

Kedua, kekuatan ilmu pengetahuan. Ya. Pengetahuan meningkatkan pesonanya dalam pandangan siapapun. Malik bin Nabi yang melakukan kegiatan pendidikan sosial terhadap para pekerja imigran Aljazair di Perancis tanpa sengaja menemukan fenomena ini. Awalnya para pekerja imigran ini berpenampilan sangat tidak baik dan buruk. Tampak sangat kotor, jelek, dan tidak sedap dipandang. Setelah sekian waktu mereka memperoleh pengajaran, foto wajah mereka diambil. Dan ketika dibandingkan dengan foto saat mereka masih bodoh, apa yang terlihat sungguh mempesona. Ya, pesona. Wajah yang menarik dan bercahaya. Cerah laksana matahari di tengah dhuha. Sesekali bandingkan pesona diri kita dengan pesona orang di desa-desa dengan pendidikan yang relatif rendah. Kemudian bandingkan pesona diri dengan orang-orang kota yang relatif lebih berpendidikan dan berpengetahuan. Saya yakin Anda akan menemukan rahasia hikmah ini!

Ketiga, kekuatan cinta. Mari kita melakukan perbandingan lagi. Jika di daerah tempat tinggal kita masih ada tradisi semacam tahlilan atau kenduri kematian, lihat dan rasakanlah makanan yang dihidangkan oleh keluarga si meninggal. Lalu bandingkan dengan makanan atau santapan di pesta pernikahan di tempat itu juga. Kita pasti merasakan perbedaan cita rasa itu. Permasalahan utamanya bukan terletak pada perbedaan menunya saja, tapi karena jiwa dan atmosfer mewujudkan makanan itu memang berbeda. Satu kondisi merupakan layunya cinta, sedangkan kondisi yang lain merupakan mekarnya kuncup-kuncup bunga cinta. Menebarkan pesona.

Itulah mengapa para suami tetap mengatakan bahwa isterinya yang paling cantik meskipun menurut kebanyakan orang tidak begitu. Itu jugalah mengapa kita mendapati para perempuan cantik yang tidak dicintai suaminya karena menurutnya  sang isteri tidak cantik lagi. Kenapa? Karena cintalah yang membuat isterinya cantik, bukan kecantikan yang membuat suaminya cinta.

Hari ini, saya teringat si gadis (baca: akhwat) berkerudung merah. Meluncur begitu saja di depan mata saya. Refleks memori. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline