Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bagaimana Jika Lupa Berdoa Saat Jima?

0

Mungkin tidak asing lagi bagi kita tentang doa ketika hendak mendatangi istri. Namun sangat disayangkan, hingga hari ini sebagian masyarakat masih sangat asing dengan doa ini. Bahkan diantara mereka ada yang tidak mengetahui sama sekali adanya doa ketika hendak melakukan jima’, padahal perkara tersebut sangatlah penting dan besar pengaruhnya bagi kebaikan pasangan dan keturunannya.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu berkata:

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

« لَـوْ أَنَّ أَحَدَهُـمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يـَأْتِيَ أَهْلَـهُ قـَالَ بِاسـْمِ اللَّهِ اللَّـهُمَّ جَنـِّبْنَا الشَّـيْطَانَ وَجـَنِّبْ الشَّـيْطَانَ مـَا رَزَقْتـَنَا ، فـَإِنَّهُ إِنْ يُـقَدَّرْ بَيْنَـهُمَا وَلَـدٌ فِـي ذَلِـكَ لـَمْ يَـضُرَّهُ شَـيْطَانٌ أَبــَدًا »

“Seandainya salah seorang diantara kalian jika hendak mendatangi isterinya (jima’) mengucapkan: “Bismillah, Ya Allah, jauhkanlah dari kami syaithan, dan jauhkanlah syaithan dari apa yang engkau anugerahkan kepada kami” maka sungguh jika telah ditakdirkan padanya seorang anak tidaklah akan dibahayakan oleh syaithan selama-lamanya. ” Bukhari (6388) & Muslim (1434).

Apakah yang berdoa kedua pasangan suami dan istri tersebut??

Berkata Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah:

لا، ظـاهر الـحديث أن الـذي يـقوله هـو الـرجل، ثـمَّ إنَّ الولـد مكـوَّن مـن مـاء الـرَّجل، فيـكون هـذا خـاصاَّ بالرَّجـل

Tidak, yang nampak dari hadits bahwa yang mengucapkannya hanyalah lelaki (suami), kemudian anak itu terjadi dari cairan (sperma) lelaki, maka ini hanyalah khusus bagi lelaki (suami). Syarhu Shahih Muslim (5/31).

Lalu bagaimana jika lupa berdoa?

Berkata Asy Syeikh Al Albani rahimahullah:

” مـن نسـي الدعـاء وكـان دائـما يذكـره فـهذا فـي غـالب ظنـي أن الله سـيحفظه مـن مشـاركة الشـيطان لـه في جماع زوجته بعكس غيره والـحكم متـعلق بالغـالب.”

Barangsiapa yang lupa berdoa dan adalah kebiasaannya selalu berdoa, maka ini menurut persangkaan kuatku, Allah tetap akan menjaganya dari ikut andilnya syaithan ketika ia menggauli istrinya, dan ini berbeda dengan lawannya, karena hukum itu terikat dengan kebanyakannya. Silsilah Al Huda Wan Nuur (12). []

 

Sumber: Asysyamil



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas