Breaking News
Foto: The Ivory Tower

Hind Ahmas: Tak Mungkin Saya Tinggalkan Jilbab Walaupun Harus Dipenjara

Hind Ahmas, di tahun 2011 adalah seorang ibu berusia 32 tahun dari Prancis, tampaknya bisa jadi akan jadi wanita pertama yang dipenjara karena mengenakan jilbab. Ahmas diberitakan menolak menerima keputusan pengadilan Paris yang telah memerintahkannya untuk kerja sosial selama 15 hari. Apa pasal?

Ahmas dijatuhi hukuman oleh hakim di Meaux, pinggiran kota Paris, kemarin, setelah ditangkap karena mengenakan jilbab yang dilarang di luar Istana Elysee di ibukota Prancis. Pemerintah Nicolas Sarkozy memang telah menerapkan larangan segala bentuk penutup kepala, termasuk niqab dan burka.

Ahmas tidak diizinkan masuk ke ruang sidang di Pengadilan Pidana Meaux karena ia menolak untuk membuka jilbabnya di depan umum. Akibatnya, Ahmas kini menghadapi tuntutan dua tahun penjara dan denda sebesar £ 27.000.

“Tidak mungkin saya menanggalkan jilbab saya,” kata Ahmas. “Saya tidak akan melepasnya. Hakim-lah yang sesungguhnya harus mempelajari  tentang kewarganegaraan, bukan saya.”

Ahmas, yang juga menolak untuk membayar denda sekitar £ 100 karena mengenakan jilbab pada kesempatan lain, membawa kasus ini ke Pengadilan HAM Eropa.

Ahmas sendiri langsung membentuk kelompok, Do Not Touch My Constitution, bersama dengan Kenza Drider, seorang jilbaber lainnya.

Hind Ahmas (kiri). Foto: Daily Mail

Jika Ahmas menjadi wanita pertama di dunia yang masuk penjara karena memakai jilbab, maka ini menjadi kudeta propaganda besar yang pertama terhadap Islam di seluruh dunia secara resmi. Presiden Prancis waktu itu, Nicholas Sarkozy mengatakan bahwa larangan penutup kepala tidak ditujukan untuk menganiaya umat Islam, tetapi hanya untuk membuat Prancis menjadi sebuah masyarakat yang menyatu.

Sarkozy menegaskan, larangan itu bertujuan untuk menghentikan penjahat—dari mulai teroris hingga pengutil—menyamarkan wajah mereka dari staf keamanan dan CCTV.

Gilles Devers, pengacara Ahmas, mengatakan larangan jilbab itu ‘tidak konstitusional’, sementara para perwira polisi senior mengatakan kepada hakim bahwa itu tidak dapat dilaksanakan karena pasti akan menganiaya wanita tersebut.

Prancis menjadi negara pertama di Eropa yang melarang jilbab, sementara undang-undang serupa juga disahkan di Belgia dan Belanda.

Inggris masih dipedebatkan oleh sejumlah politisi, termasuk kaum Konservatif, tetapi tidak ada rencana untuk menerapkannya. []

Sumber: dailymail



Artikel Terkait :

About Ummu Khadijah

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan