Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jangan Merasa Berbangga Diri

0

Ukhti, Tahukah Anda bahwa ketika bercerita atau mengobrol merupakan kegiatan yang menyenangkaan. Namun, jika suatu komunikasi dua arah hanya didominasi satu pihak yang sering menggembar-gemborkan tentang dirinya sendiri, bagaimana kira-kira menurutmu?

Tahukah Anda, dalam islam membangga-banggakan diri sendiri termasuk perbuatan ujub. Sedangkan menceritakan aib sendiri juga tidak diperkenankan.

Sebuah penelitian dari University of Arizona mengungkapkan jika seseorang terlalu sering membicarakan dirinya sendiri maka ia memiliki masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan. Peneliti itu mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut dapat mengindikasikan tekanan emosional seseorang.

Para peneliti menjelaskan rata-rata setiap orang menggunakan 16.000 kata setiap hari dimana 1.400 kata diantaranya menggunakan kata ganti orang pertama yaitu “Saya” dan “Aku”. Pada orang yang senang membicarakan dirinya sendiri tanpa terkendali, ia menggunakan kata ganti tersebut hingga 2.000 kata sehari.

Dalam penelitian yang diterbitkan pada Journal of Personality and Social Psychology, dijelaskan bahwa ada hubungan yang kuat antara membicarakan diri sendiri dengan emosionalitas negatif. Orang tersebut bisa jadi mudah marah, mengalami ketegangan, kemarahan, depresi, atau kecemasan.

Membicarakan diri sendiri lebih sering terjadi pada orang-orang yang terobsesi dan terpengaruh oleh pengalaman hidup negatifnya. Saat mereka fokus terhadap pengalaman tersebut, mereka terjebak dalam situasi yang mempertanyakan kenapa dirinya tidak bisa lebih baik. Fokus itulah yang memengaruhi efektivitas negatif.

Walau begitu, bukan berarti setiap orang yang senang membicarakan dirinya mengalami depresi.

“Mungkin lebih baik menilai hal tersebut bukan hanya rawan untuk depresi tapi juga untuk emosionalitas negatif secara lebih luas. Bisa juga ada korelasi terkait konteks dimana mereka berbicara,” ungkap salah seorang peneliti Allison Tackman.

Allison menjelaskan jika seseorang sedang berbicara dalam konteks pribadi seperti menceritakan masalah pribadi, maka ada kaitannya dengan emosi negatif. Namun bila seseorang membicarakan dirinya sendiri untuk menggambarkan suatu peristiwa dalam konteks impersonal, maka tidak ada kaitannya dengan hal tersebut. []

Sumber:  Independent



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline