Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Perintahkan Istrimu Shalat Tepat Waktu

0

Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan kita semua khususnya para suami yang fitrahnya adalah pemimpin rumah tangga, agar memerintahkan keluarganya shalat, termasuk istri dan anak-anaknya.

Allah tabaraka wata’ala mengatakan :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Thaha Ayat 132)

Otomatis perintah ini dari Allah subhanahu wata’ala mengandung makna bahwa salah satu tanggungjawab dan kewajiban seorang suami adalah mengontrol shalat istri.

Baik mengontrol dari sisi waktu pelaksanaannya

Jangan sampai istri kita punya kebiasaan menunda-nunda waktu shalat,
dengan misalkan alasan-alasan masakan belum selesai atau ada pekerjaan ini dan itu yang ingin dia tuntaskan. Akhirnya dia menunda waktu shalat tersebut sampai batas waktu yang tidak disukai oleh Islam. Apalagi sampai keluar..

Kita semua tahu bahwa diantara amalan-amalan terbaik Rasulullah mengatakan ketika ditanyakan
“Amalan apa yang terbaik ya Rasulullah?”

Disebutkan beberapa diantaranya:

Shalat tepat pada waktu yang telah ditentukan. Yang Allah sebutkan didalam al Quran:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

‘Sesungguhnya shalat itu diwajibkan atas kaum mukminin sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.’
(QS. An-Nisa:103)

Maka anda sebagai suami walaupun sedang berada diluar, ditempat kerja atau diperjalanan apalagi saat dirumah. Anda bisa walaupun diluar, mengontak istri untuk mengingatkan dia shalat tepat pada waktunya.

Di saat di rumah, dia masak misalkan belum selesai.

“Sudah tinggalkan dulu masakannya, kamu shalat!”

“Oh, ini nanti rusak gosong”

Loading...

“Biar saya bantu sebentar, kamu shalat. Aku sudah shalat, kamu shalat. Aku yang mengurus ini”

Demikian seorang suami membantu istrinya untuk menegakkan shalat tepat pada waktunya.

Yang kedua, perintah pada ayat yang tadi kita dengarkan bersama di Surat Thaha ayat 132:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

‘Perintahkan istrimu untuk menegakkan shalat dan bersabarlah engkau dalam menegakkan shalat itu sekaligus memerintahkannya istri menegakkannya’

Termasuk mengontrol tata cara shalat istri.

Karena makna menegakkan shalat, bukan sekedar mengerjakan shalat.

Iqomah menegakkan itu termasuk menegakkan syarat-syarat sahnya sebuah shalat, rukun sahnya shalat dan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan saat shalat.

Akan lebih baik lagi jika diperhatikan dalam perkara mustahabat perkara-perkara yang hukumnya Mustahab (perkara yang sangat disukai) untuk dilakukan saat shalat.

Dari mana kita tahu syarat-syarat shalat itu apa saja?

Rukun-rukunnya bagaimana?

Kewajibannya apa saja dan perkara atau amalan yang mustahab saat shalat apa saja?

Kalau kita tidak belajar?

Otomatis kita harus belajar untuk jadi pemimpin.

Pemimpin pemegang tongkat komando di rumah tangga.

Kalau tidak belajar anda tidak akan mampu mewujudkan perintah Allah subhanahu wata’ala untuk menjadi pemimpin.

Bagaimana cara berwudhu istri, sudah benarkah dan sesuai bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ataukah belum?

Itu bagian dari upaya dari shalat.

Dan bersabarlah engkau diatasnya, memerintah istri untuk melakukan shalat.

Kenapa dipentingkan soal masalah shalat?

Karena seorang hamba muslim yang memiliki keseriusan memperhatikan shalat, baik waktunya tata caranya kekhusyuannya, syarat dan rukun-rukunnya,

Dia akan menjadi seorang muslim yang memiliki perhatian serius terhadap tugas-tugas agama lainnya.

Kalau shalatnya baik, pertanda yang lainnya akan baik.

Kalau shalatnya bermasalah, ada indikator kuat dalam urusan lainnya dia bermasalah. []

 

Sumber: Channel Telegram Syarhussunnahlinnisa



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline