Breaking News
Foto: Travel - Dream

Minum Obat Penunda Haid Saat Melaksanakan Haji

Sebagaimana ukhti ketahui semua bahwa ada masa-masa dimana wanita “kedatangan bulan”. Nah dalam masa tersebut tak semua kewajiban (ibadah) itu diperbolehkan bahkan haram hukumnya, lalu bagaimana hukumnya jika meminum obat agar tidak haid untuk wanita pada saat melaksanakan ibadah haji, sedangkan kita tahu bahwa bisa jadi ibadah haji hanya dilakukan sekali seumur hidup mengingat daftar antrian yang semakin banyak.

Menurut sejumlah ulama senior kita seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz, wanita yang khawatir mengalami haid ketika waktu tawaf ifadhah tiba, dan khawatir haidnya berlangsung terus hingga waktu pelaksanaan haji selesai; diperbolehkan baginya mengonsumsi jamu-jamuan/obat-obatan penunda haid hingga ia selesai tawaf ifadhah.

Sebab tawaf ifadhah adalah salah satu rukun haji yang tidak bisa digugurkan dengan alasan apa pun, dan telah disepakati oleh para ulama bahwa wanita haid diperbolehkan melakukan semua ritual manasik selain tawaf ifadhah.

Oleh karenanya, bila ada kekhawatiran ia terhalang dari melaksanakan tawaf ifadhah karena pas datang bulan, maka ia boleh minum obat.

Adapun untuk selain tawaf ifadhah, seperti untuk tawaf qudum atau tawaf wada’, maka ia diberi kelonggaran untuk tidak melakukannya bila sedang haid. Demikian berdasarkan hadits Rasulullah.

Berangkat dari sini, bila Anda tidak khawatir terhadap efek samping dari penggunaan obat-obatan tsb dalam rangkat melaksanakan seluruh manasik (termasuk tawaf qudum dan tawaf wada’) sampai selesai, maka itu pilihan yang baik. Namun bila ada kekhawatiran terhadap efek samping yang mungkin timbul, maka pakailah sekedar untuk melaksanakan tawaf ifadhah saja. []

 

Sumber: Bimbinganislam

 



Artikel Terkait :

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan