Breaking News
Foto: riniromdianis.wordpress.com

Bagaimana Shalatnya Seorang Musafir?

Safar secara bahasa berarti melakukan perjalanan. Sedangkan secara istilah, safar adalah seseorang yang keluar dari daerahnya dengan maksud ke tempat lain yang ditempuh dalam jarak tertentu.

Seseorang yang melakukan safar disebut musafir. Dan seseorang dikatakan musafir jika memenuhi tiga syarat, yaitu: Niat, keluar dari daerahnya dan memenuhi jarak tertentu. Lalu, bagaimana musafir melaksanakan shalat ketika harus melakukan perjalanan jauh?

Seorang yang sedang dalam perjalanan atau musafir mendapatkan rukhsoh atau keringanan dari Allah ‘Azza wa Jalla dalam pelaksanaan shalat. Begitu Mahabaiknya Allah.

Rukhsoh tersebut adalah dengan mengqashar shalat yang bilangannya empat rakaat menjadi dua, menjama’ shalat Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan ‘Isya, shalat di atas kendaraan, tayammum dengan debu/tanah pengganti wudhu dalam kondisi tidak mendapatkan air.

Shalat Qashar

Mengqashar shalat adalah mengurangi shalat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat, yaitu pada shalat zhuhur, Ashar dan ‘Isya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya):

”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS an-Nisaa’ 101).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):

Dari ‘Aisyah berkata : “Awal diwajibkan shalat adalah dua rakaat, kemudian ditetapkan bagi shalat safar dan disempurnakan ( 4 rakaat) bagi shalat hadhar (tidak safar),”(Muttafaqun ‘alaihi).

Shalat Jama’

Jama’ shalat ialah mengumpulkan dua shalat menjadi satu artinya dalam satu waktu, misalnya shalat ashar diwaktu shalat dhuhur. Jama’ antara dua shalat, pada waktu safar dibolehkan. Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat Dzuhur dengan Ashar, dan shalat Maghrib dengan ‘Isya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Dari Muadz bin Jabal: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pada saat perang Tabuk, jika matahari telah condong dan belum berangkat maka menjama’ shalat antara Dzuhur dan Asar. Dan jika sudah dalam perjalanan sebelum matahari condong, maka mengakhirkan shalat dzuhur sampai berhenti untuk shalat Asar. Dan pada waktu shalat Maghrib sama juga, jika matahari telah tenggelam sebelum berangkat maka menjama’ antara Maghrib dan ‘Isya. Tetapi jika sudah berangkat sebelum matahari matahari tenggelam maka mengakhirkan waktu shalat Maghrib sampai berhenti untuk shalat’Isya, kemudian menjama’ keduanya” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Shalat jama’ terdiri dari dua macam, yaitu jama taqdim dan jama’ ta’khir. Jama’ taqdim adalah menggabungkan shalat antara shalat Zhuhur dan Ashar yang dilakukan pada waktu Zhuhur dan shalat Maghrib dan Isya’ yang dilakukan pada waktu Maghrib. Sedangkan jama’ ta’khir adalah menggabungkan shalat antara shalat Zhuhur dan Ashar yang dilakukan pada waktu Ashar dan shalat maghrib dan Isya’ yang dilakukan pada waktu Isya’. Waallahua’lam []

 

Sumber: E-Book, Panduan Ibadah Ramadhan, Iman Santoso, Lc.



Artikel Terkait :

About Ummu

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan